Mahasiswa KKDN UIN Walisongo Pamitan Penuh Haru
- 19 Nov 2025 12:08 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Acara perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah Nusantara (KKDN) UIN Walisongo Semarang dengan masyarakat Desa Offie berlangsung penuh haru pada Senin (17/11/2025). Setelah hampir tiga bulan menjalankan pengabdian, kebersamaan antara mahasiswa dan warga desa mencapai puncaknya dalam malam perpisahan yang penuh emosi dan kenangan.
Suasana balai pertemuan desa dipenuhi ratusan warga yang datang untuk memberikan salam perpisahan. Tangis haru dan senyum bahagia menyatu dalam satu ruang, menggambarkan kedekatan yang terbangun antara mahasiswa dan masyarakat selama mereka tinggal di Desa Offie. Anak-anak desa pun tampil memukau dengan berbagai pertunjukan seni yang disiapkan khusus untuk para mahasiswa.
Berbagai penampilan seperti paduan suara, battle pantun, pembacaan puisi, tari tradisional, hingga pemutaran film dokumenter perjalanan KKDN membuat suasana semakin emosional. Setiap penampilan disambut tepuk tangan panjang, namun tak mampu membendung air mata yang menetes dari banyak warga maupun mahasiswa.
Salah satu tokoh masyarakat, Bapak Jamin Patiran, mengungkapkan rasa bangganya kepada para mahasiswa dan anak-anak Desa Offie yang tampil mengesankan pada malam perpisahan tersebut.
“Anak-anak tampil luar biasa. Kehadiran mahasiswa KKDN membawa perubahan besar, terutama bagi generasi muda di desa kami,” ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Mama Musa, yang selama ini aktif berinteraksi dengan para mahasiswa. Ia mengatakan, keberadaan para mahasiswa bukan hanya sebagai tamu, tetapi telah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Desa Offie. Suasana haru semakin terasa ketika ungkapan perpisahan disampaikan dengan suara bergetar dan penuh ketulusan.
Dari pihak mahasiswa, rasa haru tidak kalah mendalam. Oman, salah satu peserta KKDN, mengaku bahwa pengalaman tinggal dan berbaur dengan masyarakat Desa Offie menjadi perjalanan paling berkesan dalam hidupnya. Ia menyebut desa tersebut telah mengajarkan arti keluarga, kebersamaan, dan ketulusan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah rangkaian acara resmi selesai, warga dan mahasiswa menikmati makan malam bersama dengan hidangan khas Desa Offie. Momen itu menjadi kesempatan terakhir untuk berbagi tawa, cerita, dan kenangan sebelum kembali ke aktivitas masing-masing. Kebersamaan tersebut terasa begitu hangat dan sulit dilepaskan.
Sebagai penutup, malam perpisahan dilanjutkan dengan joget bersama hingga menjelang pagi. Suasana riang namun penuh haru itu menggambarkan eratnya hubungan emosional yang telah terjalin. Bagi warga maupun mahasiswa, perpisahan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari ikatan silaturahmi yang akan terus terjaga di kemudian hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....