Kondisi Geografis Jadi Kendala Pemerataan Internet Fakfak

  • 07 Nov 2025 11:56 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Fakfak, Muchamad Saleh, mengungkapkan kondisi geografis wilayah Fakfak menjadi salah satu tantangan utama dalam pemerataan akses jaringan internet. Hal ini disampaikan saat membahas kendala teknis yang dihadapi dalam pelaksanaan program perluasan jaringan telekomunikasi di sejumlah distrik di Fakfak.

Menurut Saleh, faktor topografi wilayah Fakfak yang berbukit dan terpencar menjadi hambatan dalam penerapan sistem jaringan tertentu, khususnya program non 3T yang lebih cocok untuk wilayah perkotaan. “Kalau kita lihat program yang non 3T itu menggunakan sistem radio link dari tower ke tower. Jadi, kondisi geografis seperti di Fakfak ini memang menyulitkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem radio link yang digunakan di Fakfak bersumber dari tower yang berada di Jalan Kokas. Tower tersebut berfungsi sebagai penghubung utama, bukan sebagai pemancar internet langsung. “Dari Jalan Kokas itu dia tembak sampai ke Distrik Tomage, lalu dari Tomage baru balik ke Distrik Bomberai,” jelasnya.

Namun demikian, lanjut Saleh, di Distrik Bomberai sendiri masih terdapat hambatan teknis karena kapasitas jaringan terbatas sementara jumlah pengguna terus meningkat. Kondisi serupa juga terjadi di Distrik Karas, yang memiliki beberapa titik jaringan namun belum mampu menampung kebutuhan seluruh masyarakat di wilayah tersebut.

Meski begitu, ia menambahkan, untuk wilayah Fakfak Timur, Fakfak Timur Tengah, Fakfak Tengah hingga Karas, sebagian sudah terakomodir dengan jaringan BTS (Base Transceiver Station) yang menggunakan sistem Non 3T Wilayah-wilayah itu sudah didukung dengan power BTS non 3T yang memiliki sistem dan bentuk daya berbeda,” terangnya.

Muchamad Saleh menegaskan, perbedaan sistem daya dan pengelolaan BTS juga menjadi faktor penting dalam pemerataan jaringan internet. Jika BTS telekomunikasi umum dikelola langsung oleh perusahaan penyedia layanan, maka BTS yang digunakan oleh Bakti Komdigi dikelola secara terpisah. “Bentuk power-nya beda, providernya juga berbeda. Kalau yang dikelola Bakti Komdigi, itu untuk power BTS Bakti,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, Bakti Komdigi, dan pihak penyedia jaringan, permasalahan akses internet di wilayah-wilayah sulit Fakfak dapat diminimalisir. “Kami tetap berupaya agar masyarakat di wilayah pesisir dan pegunungan juga bisa menikmati akses digital yang setara dengan daerah lain,” pungkas Saleh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....