Warga Offie Belajar Manfaatkan Sampah Jadi Bernilai Guna

  • 30 Okt 2025 15:03 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Tim Kuliah Kerja Dakwah Nyata (KKDN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang bekerja sama dengan Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) melaksanakan seminar dan pelatihan pencegahan kerusakan lingkungan di Kampung Offie, Distrik Teluk Patipi, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, belum lama ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari dakwah sosial mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan serta memberikan keterampilan praktis dalam mengelola sampah plastik melalui inovasi ecobrick. Dengan metode ini, masyarakat diajak memanfaatkan limbah plastik menjadi benda berguna yang ramah lingkungan.

Dalam sesi seminar, Fadila, salah satu mahasiswa KKDN, menjelaskan berbagai bentuk kerusakan lingkungan yang sering terjadi di sekitar masyarakat. Ia menyoroti masalah penebangan liar, pencemaran air, dan penumpukan sampah plastik yang sulit terurai, yang menjadi ancaman serius bagi kelestarian alam di Papua Barat.

Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan ecobrick, yaitu teknik memanfaatkan sampah plastik dengan cara memasukkannya ke dalam botol air mineral, memadatkannya, lalu menyusunnya menjadi benda berguna seperti kursi, meja, atau hiasan taman.

“Kami ingin mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Sampah plastik sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna, seperti kursi dari ecobrick ini. Selain membantu kebersihan lingkungan, juga bisa menjadi peluang ekonomi kreatif,” ujar Tegar, salah satu mahasiswa KKDN UIN Walisongo Semarang.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ibu Wati, salah satu warga yang mengikuti pelatihan, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Ia menyebut, pelatihan ecobrick membuka wawasan baru tentang pemanfaatan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Saya baru tahu kalau botol bekas dan plastik bisa dijadikan kursi. Ternyata mudah dan hasilnya juga bagus. Semoga kegiatan seperti ini sering dilakukan supaya kami bisa terus belajar cara menjaga lingkungan,” ungkap Ibu Wati dengan penuh antusias.

Pelatihan yang berlangsung di balai kampung Offie ini diikuti oleh warga, pemuda, dan anak-anak. Suasana kebersamaan terlihat saat mereka bergotong royong mengumpulkan botol dan plastik dari lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, KKDN UIN Walisongo dan AFKN berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga alam serta mampu mengolah sampah menjadi barang bernilai guna sebagai bentuk nyata dakwah peduli lingkungan di Tanah Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....