Tradisi Barter Fakfak Bertahan di tengah Modernisasi

  • 11 Sep 2026 14:14 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kembali mengangkat tradisi barter masyarakat sebagai daya tarik utama dalam Festival Teluk Berau 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Distrik Kokas pada Sabtu, 12 September 2026, tersebut diarahkan menjadi event wisata berbasis budaya yang memperkenalkan kearifan lokal Fakfak kepada masyarakat luas.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Fakfak, Frederik Warpopor, mengatakan pelaksanaan festival sengaja dipusatkan di Pasar Mambunibuni karena bertepatan dengan aktivitas hari pasar. Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperlihatkan secara langsung tradisi barter yang masih dijalankan masyarakat hingga saat ini.

“Iven utama festival ini adalah tradisi barter yang diwariskan turun-temurun dan masih dipertahankan hingga kini. Uniknya, masyarakat tidak menggunakan uang, melainkan menukar hasil kebun dan laut,” kata Frederik.

Tradisi barter di Pasar Mambunibuni tidak hanya melibatkan masyarakat Fakfak, tetapi juga warga dari Inanwatan dan wilayah sekitarnya. Aktivitas tersebut dinilai memiliki nilai budaya yang kuat karena memperlihatkan pola interaksi ekonomi masyarakat yang tetap bertahan di tengah perkembangan transaksi modern.

Selain tradisi barter, Festival Teluk Berau 2026 akan menghadirkan berbagai produk ekonomi kreatif dan UMKM lokal. Sejumlah pelaku usaha yang dijadwalkan terlibat antara lain pengrajin anyaman kriya, Galilea Persada, Kedai Kewupar, UMKM Patikoman, serta UMKM Kampung Ugar.

Penampilan seni budaya dari Sanggar Tomandin juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Frederik mengatakan Festival Teluk Berau sebelumnya pernah dilaksanakan pada 2022 di Pasar Sosar, Kokas.

Pemerintah daerah kini berupaya menjadikan festival tersebut sebagai agenda tahunan dengan dukungan anggaran yang memadai agar pelaksanaannya dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Untuk menuju calendar of event Kemenpar RI, festival ini harus digelar berturut-turut dalam tiga tahun agar memenuhi syarat masuk KEN,” ujarnya. Festival Teluk Berau 2026 mendapat dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua dan diharapkan menjadi langkah awal memperkuat promosi pariwisata Fakfak melalui tradisi lokal sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....