Sasi Kerakera Perkuat Komitmen Menjaga Mutu Pala Fakfak Berkualitas

  • 27 Agt 2026 19:10 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pembukaan Sasi Kerakera di Kampung Sipatnanam, Kabupaten Fakfak, menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga mutu dan kualitas Pala Fakfak. Bersamaan dengan pembukaan sasi, pembeli lokal menyatakan kesiapan menyerap pala tua dan matang dengan harga Rp600 ribu per seribu biji sesuai standar Peraturan Bupati Pala Fakfak.

Kepastian penyerapan tersebut menjadi kabar positif bagi petani pekebun pala yang selama ini mengandalkan komoditas tersebut sebagai sumber pendapatan. Pala yang dipanen setelah mencapai tingkat kematangan optimal dinilai memiliki kualitas lebih baik dan berpeluang mendapatkan harga sesuai standar yang berlaku.

Pengumpul sekaligus pembeli pala di Kampung Sipatnanam, Oto Haru Tuturop, mengatakan pihaknya siap membeli hasil panen masyarakat dengan mengacu pada standar harga yang telah ditetapkan melalui Perbup Pala Fakfak. Menurutnya, petani tidak perlu terburu-buru memetik buah pala yang masih muda karena pembeli lokal siap menampung pala yang telah tua dan matang.

"Kami siap membeli pala tua dari masyarakat dengan harga Rp600 ribu per seribu biji sesuai standar Perbup, yang penting pala sudah tua, matang dan kualitasnya baik," ujar Oto Haru Tuturop.

Oto menegaskan, petani tidak perlu khawatir pala tua berkualitas tidak mendapatkan pembeli karena pasar lokal siap menyerap hasil panen yang memenuhi standar mutu. Ia berharap petani semakin termotivasi menjaga buah pala hingga mencapai kematangan optimal sehingga kualitas dan nilai jualnya dapat dipertahankan.

"Jangan takut pala tua tidak ada yang beli dengan harga tinggi, kami sebagai pembeli lokal siap menampung dan kalau mutunya bagus serta sudah tua, kami siap membeli sesuai harga yang berlaku," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menilai dukungan pembeli lokal yang bersedia membayar pala tua sesuai standar Perbup merupakan bagian penting dalam membangun rantai perdagangan yang menghargai kualitas.

Menurutnya, keseimbangan antara mutu hasil panen, harga yang layak, kearifan lokal dan dukungan pemerintah menjadi kunci untuk memperkuat Pala Fakfak sebagai komoditas unggulan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....