Seniman Fakfak Wujudkan Arsip Budaya Melalui Pameran Mehak Tuni
- 06 Agt 2026 13:41 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pameran Seni Visual Mehak Tuni resmi dibuka di Gedung Tourism Information Center (TIC) Kabupaten Fakfak sebagai ruang apresiasi bagi para seniman lokal untuk menampilkan karya-karya yang merekam perjalanan daerah melalui tema "Fakfak sebagai Arsip". Pameran ini menghadirkan berbagai karya seni visual yang mengangkat ingatan, sejarah, dan narasi personal tentang Fakfak, serta berlangsung hingga 15 Agustus 2026.
Ketua Panitia Pameran Seni Visual Mehak Tuni, Costantinus Fakrian Raharusun, mengatakan penyelenggaraan pameran tersebut lahir dari kegelisahan yang telah lama dirasakan para pegiat seni di Fakfak. Menurutnya, selama ini karya-karya seni lokal belum memperoleh ruang pamer yang layak sehingga sering kali hanya menjadi pelengkap dalam berbagai kegiatan.
"Pameran Seni Visual Mehak Tuni ini lahir dari sebuah kegelisahan yang sudah cukup lama kami simpan di dada. Selama ini karya-karya seni di daerah kita tumbuh di sudut-sudut yang sunyi, terselip di antara hiruk pikuk pameran pembangunan atau di sela-sela tenda UMKM. Di tempat-tempat yang kurang tepat itu, karya-karya indah sering kali hanya dipandang seadanya dan menjadi pemanis dinding semata. Kita kehilangan kesempatan untuk mendengar kisah di baliknya, kehilangan ruang untuk mengerti mengapa seorang seniman melahirkan karyanya dan apa yang sebenarnya mereka suarakan," ujar Costantinus dalam laporannya.
Ia menegaskan, melalui Mehak Tuni, panitia ingin menghadirkan ruang yang lebih layak dan bernapas bagi seni visual di Fakfak. Pameran tersebut diharapkan mampu menghapus sekat yang selama ini membatasi ruang ekspresi para seniman sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati karya seni secara lebih mendalam.
"Lewat Mehak Tuni, kita ingin meruntuhkan sekat-sekat itu. Kita ingin memberikan ruang yang lebih bernapas dan layak bagi seni visual. Melalui tema Fakfak sebagai Arsip, kita diajak melihat daerah kita bukan sekadar dari lembaran sejarah yang kaku, melainkan sebagai arsip yang hidup, penuh ingatan, rasa, dan narasi-narasi personal," katanya.
Costantinus menjelaskan, terdapat 15 sudut pandang yang dituangkan dalam karya-karya yang dipamerkan. Karya tersebut merupakan hasil kreativitas 10 seniman perorangan, yakni Soleman Herietrenggi, Alfa Raunsai, Helmis Kabes, Margherita Sahlota Wagab, Joy Raharusun, Eli Hindom, Hoberto Litaay, Denis Kutanggas, Tiel Rumanasen, dan Costan FR. Selain itu, lima kelompok seni turut ambil bagian, yakni Kolektif Krakendep, Pena Fak-Fak, Kokorog, Kelomang, dan Labirin ART dengan kurator Dorthea Wabiser.
Selama penyelenggaraan pameran, panitia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk datang dan menikmati seluruh karya yang ditampilkan. Pameran diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara seniman dan publik agar pesan yang terkandung dalam setiap karya dapat dipahami secara lebih utuh.
Menurut Costantinus, terselenggaranya Mehak Tuni tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama melalui Dana Abadi Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan bersama LPDP, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Pariwisata yang menyediakan fasilitas dan ruang pamer.
"Langkah ini tentu tidak kami tempuh sendirian. Mimpi kecil ini bisa terwujud karena dukungan Dana Abadi Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan bersama LPDP, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Fakfak yang memberikan dukungan dan ruangan kepada kami. Harapan kami sederhana, semoga Mehak Tuni menjelma menjadi ruang alternatif, sebuah oase bagi seniman untuk pulang, berkarya, dan merasa dihargai," ungkapnya.
Ia juga berharap pameran tersebut tidak hanya menjadi tempat memamerkan karya seni, tetapi berkembang sebagai ruang diskusi dan refleksi bersama mengenai arah kemajuan Kabupaten Fakfak dari sudut pandang seni dan kebudayaan. Menurutnya, semangat tersebut merupakan kelanjutan perjuangan para tokoh budaya Papua seperti Grup Mambesak, Arnold Ap, Clemens Rumbiak, Simon Hindom, Yantik Iba, serta para pejuang kebudayaan Tanah Papua lainnya yang telah mewariskan inspirasi bagi generasi penerus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....