Ciri, Penyebab dan Cara Atasi Sikap Defensif

  • 30 Jul 2024 15:27 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Sikap defensif adalah respons emosional dimana seseorang merasa terancam, diserang, atau dihakimi, sehingga mereka cenderung membela diri, menolak tanggung jawab, atau menyerang balik. Ini adalah mekanisme pertahanan psikologis yang bisa muncul dalam berbagai situasi, baik dalam komunikasi pribadi, pekerjaan, maupun hubungan sosial.

Melansir laman halodoc.com, berikut ciri-ciri sikap defensif yaitu :

· Penolakan: Menolak untuk mengakui kesalahan atau tanggung jawab. Misalnya, seseorang yang tidak mau mengakui kesalahan dalam pekerjaan mereka.

· Pengalihan: Mengalihkan perhatian dari masalah inti dengan menyalahkan orang lain atau menyebut alasan-alasan eksternal.

· Menyerang Balik: Menjawab kritik dengan menyerang karakter atau niat orang lain, bukan fokus pada masalah yang diangkat.

· Rasa Marah atau Frustrasi: Reaksi emosional yang berlebihan saat menerima kritik atau masukan, seringkali disertai dengan kemarahan atau frustrasi.

· Kritik Berlebihan: Memberikan kritik atau evaluasi yang tajam terhadap orang lain sebagai cara untuk melindungi diri sendiri.

Penyebab Sikap Defensif :

· Ketidakamanan Pribadi: Merasa tidak aman atau kurang percaya diri bisa membuat seseorang lebih mudah defensif.

· Pengalaman Negatif Sebelumnya: Pengalaman buruk di masa lalu, seperti kritikan yang tidak adil atau penilaian yang keras, dapat memengaruhi sikap defensif seseorang.

· Rasa Bersalah atau Rasa Tidak Cukup Baik: Ketika seseorang merasa bersalah atau tidak cukup baik, mereka mungkin menjadi lebih defensif untuk melindungi harga diri mereka.

· Budaya atau Lingkungan: Lingkungan di mana kritik dianggap sebagai serangan pribadi dapat meningkatkan kecenderungan defensif.

Memahami dan mengatasi sikap defensif dapat meningkatkan kualitas hubungan interpersonal dan membantu menciptakan komunikasi yang lebih sehat dan produktif. Adapun cara menghilangkan sikap defensif yaitu mengembangkan kesadaran diri, kenali akar penyebabnya, belajar menerima kritik, mempraktikan komunikasi efektif, praktik penerimaan dan belajar dari kesalahan. Namun, apabila masih mengalami kesulitan dalam mengatasi sikap defensif, maka segera konsultasi ke dokter atau dengan psikolog.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....