Fakta Menarik Keringat Manusia

  • 17 Mei 2024 08:11 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak: Saat tubuh mengalami panas misalnya ketika berolahraga atau berada pada lingkungan yang panas, maka tubuh akan memproduksi keringat untuk mengontrol suhu. Selain sebagai mekanisme pendinginan, keringat juga dapat membantu mengeluarkan zat-zat beracun dan limbah dari tubuh melalui proses yang dikenal sebagai detoksifikasi.

Melansir dari National Geographic, mengeluarkan keringat merupakan salah satu contoh terjadinya sistem ekskresi yang membantu tubuh menurunkan suhu tubuh.

Berikut beberapa fakta menarik tentang keringat, diantaranya:

1. Kandungan keringat

Keringat terdiri dari sekitar 98-99% air. Sisanya adalah garam (seperti natrium klorida), elektrolit (kalium, kalsium, magnesium), serta sejumlah kecil zat organik seperti urea dan asam laktat.

2. Tipe Keringat

Ada dua jenis kelenjar keringat utama di tubuh manusia yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar ekrin menghasilkan keringat yang terutama mengandung air dan garam, sedangkan kelenjar apokrin, yang terletak di daerah tubuh tertentu seperti ketiak dan selangkangan, menghasilkan keringat yang lebih kaya akan protein dan lipid.

3. Tidak Bau

Keringat sebenarnya tidak berbau. Bau badan yang sering dikaitkan dengan keringat sebenarnya disebabkan oleh bakteri yang hidup di kulit. Bau badan terjadi ketika bakteri di permukaan kulit memecah keringat dari kelenjar apokrin menjadi asam lemak dan amonia, yang menghasilkan bau khas.

4. Jumlah keringat

Orang dewasa rata-rata mengeluarkan sekitar 0,8 hingga 1,4 liter keringat per jam saat berolahraga atau dalam kondisi panas yang ekstrem.

5. Makanan pedas bisa merangsang kelenjar keringat

Makanan pedas mengandung capsaicin bisa menipu otak untuk berpikir bahwa suhu tubuh meningkat sehingga memicu produksi keringat. Selain makanan pedas, bawang putih, bawang bombay, atau kubis dapat memperparah bau badan.

6. Penting untuk Keseimbangan Cairan

Kehilangan terlalu banyak cairan melalui keringat dapat menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu, penting untuk minum cukup air saat beraktivitas fisik atau berada di lingkungan yang panas.

7. Keringat dan Kesehatan

Keringat dapat menjadi indikator kondisi kesehatan. Misalnya, keringat berlebihan atau hiperhidrosis bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu, seperti hipertiroidisme atau gangguan sistem saraf. Di sisi lain, kurangnya keringat atau anhidrosis bisa menandakan masalah dengan kelenjar keringat atau sistem saraf.

8. Fungsi Imun

Keringat mengandung dermcidin, sebuah protein antimikroba yang membantu melindungi kulit dari infeksi bakteri dan mikroorganisme lainnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....