Fakta Unik dan Mengejutkan Dari Payung
- 29 Apr 2024 18:05 WIB
- Fak Fak
KBRN,Fakfak : Sedia payung sebelum hujan, pepatah tersebut sering
kali digunakan dalam komunikasi baik secara verbal maupun tulisan di dalam
masyarakat Indonesia. Benda ringan yang mudah didapatkan tersebut memiliki
manfaat besar sebagai pelindung diri kita utamanya ketika cuaca sedang tidak
bersahabat.
payung merupakan satu penemuan penting bagi sejarah manusia. Penemuan ini bermula pada keinginan manusia 4.000 tahun lalu untuk melindungi diri dari sinar matahari. Saat itu, moyang manusia menjalin beberapa daun menjadi satu dan meletakkannya di atas kepala mereka. Sejarawan China yang menelusuri asal-usul payung menyebut, selain kegunaannya untuk melindungi diri dari sinar matahari dan hujan, benda tersebut juga digunakan sebagai penanda pangkat dan status selama masa kekaisaran.
Tak hanya itu, di China pada masa tersebut, payung juga menjadi simbol kekuatan dan kekayaan.Semakin besar payung dan kian banyak orang yang harus membawakannya, berarti status sosial yang berteduh makin tinggi.
Dikutip dari IDN TIMES, berikut ini beberapa fakta Unik dan Mengejutkan dari Payung
1. Ada hari payung nasional di Amerika
Kata payung berasal dari bahasa latin umbros yang artinya 'naungan' atau 'bayangan'. Di kawasan Amerika, di tanggal 15 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Payung Nasional.
2. Payung berbahan dasar tulang ikan paus dan menjadi aksesori mewah wanita bangsawan
Di zaman Yunani Kuno dan Kekaisaran Romawi, payung dipandang sebagai aksesori wanita yang mewah dan wajib dimiliki oleh kaum bangsawan. Pada saat itu, payung dibuat dari bahan sutra dan bahan mahal lainnya yang tidak memberikan perlindungan tahan lama dari hujan.
3. Payung tahan air pertama berasal dari Cina
Melansir situs umbrellahistory.net, payung pertama yang tahan air berasal dari Cina pada abad ke-11 SM. Payung tersebut berbentuk bundar dengan bahan dasar berupa kertas tipis yang kemudian dilapisi dengan lilin dan pernis di bagian atasnya.
4. Jonas Hanway, pria pertama yang berani memakai payung
Umbrellehistory.net menyebutkan, selama berabad-abad payung perlahan menyebar ke seluruh kawasan Eropa dan setelah era Age of Discovery penggunaannya pun menyebar hingga ke kawasan Amerika Utara. Meskipun telah menyebar luas, tetapi tradisi penggunaan payung yang kental sebagai aksesoris wanita terus melekat hingga pertengahan abad ke-18.
5. Kini payung juga dilapisi bahan teflon, lho!
Payung pada tahun 1800-an menggunakan tulang ikan paus untuk pembuatannya. Kini produsen payung telah banyak menggunakan bahan dasar berupa aluminium dan serat kaca. Bahkan, tak jarang payung modern saat ini sudah dilengkapi dengan lapisan teflon tahan air untuk membentuk kanopi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....