Makna Lagu Permainan Tradisional Cublak-Cublak Suweng

  • 29 Mar 2024 20:37 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Permainan tradisional Indonesia merupakan cerminan dari identitas budaya bangsa yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Sayangnya, seiring dengan perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi, permainan tradisional semakin terpinggirkan dan terlupakan oleh generasi muda. Oleh karena itu, pentingnya melestarikan permainan tradisional Indonesia menjadi suatu hal yang harus diperhatikan dan diwujudkan dalam upaya mempertahankan warisan budaya yang berharga ini.


Setiap daerah di Indonesia memiliki permainan tradisional, satu diantaranya adalah permainan cublak-cublak suweng yang sangat populer di kalangan masyarakat Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan sekitarnya. Anak-anak umumnya memainkan permainan ini dengan menyanyikan lagu pengiring. Lagu ini konon diciptakan oleh Sunan Giri ketika beliau sedang aktif menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.


Cublak-cublak suweng, suwenge ting gelenter,

Mambu ketundung gudel, Pak Empo lirak-lirik,

Sapa guyu ndhelikake,

Sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong.


Begitulah lirik lagu pengiring yang dinyanyikan ketika bermain cublak-cublak suweng. Lagu tersebut rupanya tidak hanya sekadar sebagai pengiring permainan, tetapi juga memiliki makna filosofis. Dilansir Traditional Games Returns, cublak-cublak suweng berarti tempat harta yang berharga. Makna yang terkandung dalam lagu ini yakni dalam kehidupan, manusia akan selalu berusaha mencari harga berharga, bahkan dengan nafsu dan keserakahan.


Manusia-manusia yang serakah hanya akan mendapatkan kehampaan karena hanya memperoleh harta yang “tak sesungguhnya”, sedangkan harta berharga yang sebenarnya akan ditemukan oleh orang-orang yang bijaksana. Pesan yang disampaikan dalam lagu cublak-cublak suweng ini adalah jika manusia ingin mendapatkan harta yang berharga, maka kuncinya adalah hati yang murni dan mulia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....