Gunung Api Lumpur, Fenomena yang Kerap Terjadi di Indonesia

  • 28 Mar 2024 20:08 WIB
  •  Fak Fak

KBRN,Kaimana : Gunung api lumpur atau mud volcano adalah fenomena yang kerap terjadi di Indonesia. Yang baru saja muncul adalah Bledug Kramesan di Dusun Medang, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Dari IDN.Times kamu bisa Ketahui lebih banyak seputar gunung api lumpur, mulai dari definisi, karakteristik, proses pembentukan, dan beberapa contohnya.

1. Definisi dan karakteristik gunung api lumpur.

Gunung api lumpur didefinisikan sebagai struktur seperti kerucut yang terbentuk akibat letusan lumpur, air, dan gas. Gunung ini tidak menghasilkan lava dan tidak selalu dipicu oleh aktivitas magmatik (seperti gempa bumi).


Ukurannya bervariasi, ada yang tinggi dan lebarnya hanya 1–2 meter, tetapi ada pula yang tingginya 700 meter dengan lebar 10 kilometer. Sebagian besar gas yang keluar dari gunung api lumpur adalah metana, yang sangat mudah terbakar.


Menurut University of Waterloo, gunung api lumpur biasanya terbentuk di daerah rawan gempa yang berhubungan dengan sabuk lipatan Kenozoikum, meletus di sepanjang patahan geologi, dan berasal dari lapisan tanah liat tebal pada kedalaman hingga 3 kilometer.

2. Proses terbentuknya gunung api lumpur

Gunung api lumpur terbentuk ketika cairan dan gas (yang tercipta di bawah tekanan di dalam bumi) menemukan jalan keluar ke permukaan melalui retakan. Sedimen bertekanan ini terdorong ke atas, lalu meletus ke permukaan bumi membentuk gundukan lumpur.


Untuk mempermudah, bayangkan ban mobil yang berisi udara bertekanan. Selama ban masih utuh, udara di dalamnya akan tetap aman.

Tetapi, begitu terdapat lubang, udara akan merangsek keluar. Terkadang, udara keluar sebagai kebocoran yang lambat, namun bisa juga berupa ledakan (cepat dan eksplosif).

3. Contoh gunung api lumpur dari berbagai Negara

Selain gunung api lumpur Bledug Kramesan di Grobogan, Indonesia juga memiliki lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo. Semburan ini pertama kali keluar pada 29 Mei 2006. Setidaknya, 28.617 jiwa mengungsi dan 16 desa terdampak karenanya.

Ini juga terbentuk di negara-negara lain, seperti gunung api lumpur Waimata Valley di Selandia Baru pada tahun 1931 yang menyemburkan 150.000 metrik ton lumpur atau gunung api lumpur Sayncha di Semenanjung Apsheron pada tahun 1936. Dan masih ada lagi di Trinidad, Azerbaijan, Iran, Jepang, Kolombia, Meksiko, Taiwan, hingga Malaysia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....