Mengenal Penyakit Kulit yang di sebabkan Hewan Peliharaan

  • 17 Mar 2024 10:11 WIB
  •  Fak Fak


KBRN,Fakfak: Memilihara hewan bisa menjadi teman disaat dalam kesepian dan juga tanggung jawab besar,kita untuk memastikan hewan peliharaan dalam keadaan bersih dan sehat bahkan Terlepas dari itu, banyak manfaat kesehatan yang bisa kita ambil, dari segi fisik juga mental. dikutip dari hallodoc diantaranya menurunkan tekanan darah tinggi,meningkatkan suasana hati,menurunkan tekan kolesterol,menurunkan risiko obesitas,meringankan ganguan mental dan meningkatkan system kekebalan tubuh. Saat ini kucing menjadi salah satu pilihan hewan yang dipelihara ,memiliki Tubuh yang mungil juga memiliki karakter yang manja menjadi alasan banyak orang memutuskan untuk memelihara hewan berkaki empat ini. Meski begitu,kita perlu berhati-hati,karena ada beberapa jenis penyakit kulit yang bersifat zoonosis alias bisa menular dari hewan kemanuasia, dikutip dari hallodoc diantaranya :

Ringworm

Tidak hanya anjing ringworm merupakan jenis penyakit kulit yang bisa juga terjadi pada kucing. Penyakit ini terjadi karena infeksi jamur,berkembang secara perlahandengan memakan sel kulit mati,hingga akhirnya menyebar kebagian tubuh hewan. Apabila kita sedang terluka penularan akan sangat mudah terjadi. Terkadang ringworm pada kucing sulit dideteksi karena gejalanya yang terbilang sangat ringan. Jika kita mendapati adanya lesi,misalnya cincin pada kucing,adanya tekstur bersisik dan seperti ketombe pada bulu kucing,bercak melingkar dan menebal disertai dengan rambut rontok,bercak merah dan berkerak,segera tanyakan penangannya langsung pada dokter hewan. Ringworm pada kucing termasuk penyakit serius yang sangat menular,tetapi tetap bisadisembuhkan dengan pengobatan dan perawatan yang tepat.

Scabies

Feline sarcoptic merupakan penyakit kulit pada anjing dan kucing yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei. Penyakit ini sangat sering terjadi pada kucing. Terkadang penyakit ini terkenal juga dengan sebutan Scabies mange terjadi karena tungau dengan bentuk tubuh oval,memiliki warna yang terang,tetapi bersifat mikroskopis. Notoedric mange atau Notredes cats kadang juga disebut dengan feline scabies,karena penyakit ini mirip dengan scabies yang terjadi pada anjing. Tungau ini akan bersembunyi di lapisan luar kulit,membentuk terewongan dan memakan sel hidup serta cairan jaringan kulit. Akibatnya akan terbentuk kerak krusta pada bagian kulit yang terinfeksi,umumnya mulai dari wajah dan telinga,lalu menyebar keseluruh tubuh dan bersifat sangat menular.

Penyakit ini bisa menyebabkan kucing menjadi gelisah,mengalami gatal yang hebat,dan menggaruk dengan agresif. Gejala biasanya muncul sekitar satu minggu setelah paparan terjadi. Gejala khas pada scabies adalah adanya kerak ( crust) berwarna putih,kekuningan sampai abu-abu dimana kulit menjadi menebal. Kucing juga akan mengalami gatal yang parah sehingga suka menggaruk-menggaruk hingga berdarah. Area yang paling sering terinfeksi adalah wajah dan telinga. Ketika manusia bersebtuhan dengan kucing yang terserang scabies,tungau bisa mengakibatkan munculnya ruam berupa benjolan kemerahan yang mirip dengan gigitan nyamuk. Sebagaian besar scabies yang menyerang manusia bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi tetap saja akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Flea Bites Dermatitis

Salah satu kondisi medis yang umum terjadi pada kucing adalah alergi. Kondisi ini terjadi ketika system kekebalan tubuh kucing beraksi berlebihan atau sangat sensitive terhadap alergi. Ada empat jenisalergi yang umum terjadi pada kucing,yaitu serangga atau kutu,makanan,inhalan dan kontak. Masing- masing memiliki ciri khas pada hewan tersebut.

Flea bites dermatitis mengacu pada alergi terhadap protein dan antigen tertentu yang ada pada air liur kutu yang menggigit hewan peliharaan. Sebenarnya, kucing normal hanya mengalami iritasi kulit ringan sebagai respons terhadap gigitan kutu. Namun, pada kucing yang mengalami alergi air liur kutu,reaksinya bisa sangat berbeda. Reaksi ini merupakan respons alergi terhadap protein yang ada dalam air liur kutu. Kucing dengan ganguan kesehatan ini akan mengalami rasa gatal dan akan menggaruk,menggigit atau menjilat area yang teriinfeksi tanpa henti. Kondisi ini bisa menimbulkan kerontokan bulu dan luka terbuka atau koreng paa kulit yang memungkinkan terjadinya penyebaran infeksi sekunder.

Jadi, selalu perhatikan kondisi kucing peliharaanmu. Rutinlah melakukan perawatan memandikanya minimal dua munggu sekali agar kesehatan dan kebersihan selalu terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....