Makna Perayaan Hari Nyepi Bagi Umat Hindu

  • 11 Mar 2024 07:46 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Hari raya nyepi merupakan momen spiritual penting bagi umat Hindu yang berdasarkan pada kalender Saka yaitu sistem penanggalan yang merujuk pada peredaran bulan dan matahari sehingga dikenal juga sebagai kalender luni-solar. Kalender Saka awalnya digunakan oleh umat Hindu di India dan kemudian diadopsi oleh umat Hindu Indonesia.

Hari besar umat Hindu ini dirayakan pada setiap pergantian tahun Saka dan pada tahun 2024 ini perayaan Nyepi jatuh pada Senin (11/3/2024). Berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya yang jatuh pada bulan pertama, Nyepi justru jatuh pada bulan kedasa atau bulan kesepuluh, yaitu sehari setelah bulan baru kesembilan yang biasanya dirayakan pada bulan Maret atau April di kalender Masehi. Hari pertama ini dipercayai umat Hindu sebagai hari bersih untuk memulai lembaran hidup baru di awal tahun Saka.

Sebelum puncak perayaan Nyepi, serangkaian tradisi upacara dilakukan umat Hindu seperti upacara Melasti, upacara Pengrupukan atau upacara Tawur Kesanga atau Tawur Agung.

Perayaan hari Nyepi bagi umat Hindu lebih dari sekedar pergantian tahun karena memiliki makna filosofis dan spiritual mendalam. Kata "Nyepi" berasal dari bahasa Sansekerta yang bermakna "sepi" atau "hening". Umat Hindu dilarang melakukan aktivitas apa pun selama perayaan Nyepi kecuali dalam kondisi darurat dengan tujuan agar menciptakan suasana yang sepi jauh dari hiruk pikuk kehidupan. Perayaan ini mengajarkan tentang kesucian, introspeksi, dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam semesta.

Umat Hindu percaya pada momen ini alam semesta sedang beristirahat dan manusia harus menghormatinya. Penghormatan dilakukan dalam kurun waktu 24 jam dengan prinsip Catur Brata Penyepian atau empat larangan yang dijalankan selama Nyepi. Dilansir dari indonesia.travel larangan-larangan tersebut yaitu :

- Amati geni yaitu tidak menyalakan api atau lampu dan tidak boleh mengumbar atau mengobarkan hawa nafsu.

- Amati karya atau tidak melakukan pekerjaan atau kegiatan fisik apapun, melainkan tekun melakukan penyucian rohani.

- Amati lelungan yaitu tidak bepergian keluar rumah atau kemana-mana, melainkan senantiasa mawas diri di rumah dan melakukan pemusatan pikiran ke hadapan Tuhan.

- Amati lelanguan atau tidak bersenang-senang, tidak mengadakan hiburan atau rekreasi, termasuk tidak makan dan tidak minum.

Selama Nyepi umat Hindu juga menyucikan diri dan melakukan refleksi diri dengan sembahyang dan meditasi sambil merenungkan diri dan perbuatan mereka di masa lalu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....