Kepala RRI: Satu Tungku Tiga Batu Jadi Fondasi Moderasi Beragama di Fakfak

  • 07 Okt 2026 07:14 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Falsafah Satu Tungku Tiga Batu menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Nilai tersebut mengajarkan persaudaraan, kebersamaan, saling menghormati dan hidup berdampingan di tengah keberagaman.

Kepala LPP RRI Fakfak, James S. Jahawadan, S.Sos., M.Si., mengatakan nilai Satu Tungku Tiga Batu tidak sekadar menjadi ungkapan budaya, tetapi merupakan nilai kehidupan yang relevan dengan semangat moderasi beragama.

“Satu tungku tiga batu bukan sekadar ungkapan budaya, tapi merupakan nilai kehidupan yang mengajar kepada kita tentang persaudaraan, kebersamaan, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam keberagaman.” ungkap Kepala RRI Fakfak James S. Jahawadan pada acara Penandatangan PKS RRI dengan MTsN Fakfak.

James mengatakan, Fakfak telah memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia bahwa perbedaan agama, suku maupun latar belakang bukan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan dalam membangun persatuan.

Menurutnya, moderasi beragama perlu terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda. Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, tetapi menjalankan keyakinan masing-masing dengan teguh sekaligus menghormati orang lain yang memiliki keyakinan berbeda.

“Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, tetapi bagaimana kita menjalankan keyakinan masing-masing dengan teguh, sekaligus menghormati orang lain yang memiliki keyakinan berbeda,”ujarnya.

James menambahkan, lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, sikap toleransi, rasa tanggung jawab serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Melalui Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat pendidikan karakter dan moderasi beragama bagi generasi muda di Kabupaten Fakfak khususnya melalui siaran RRI.

“Mari kita terus rawat falsafah satu tungku tiga batu, karena dari Fakfak kita dapat menunjukkan kepada Indonesia bahwa keberagaman bukan sebuah perpecahan, tapi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan Indonesia yang lebih maju,"tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....