Brigade Pala Tomandin Bergerak Selamatkan Tanaman Terdampak Kekeringan

  • 30 Sep 2026 08:00 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Brigade Pala Tomandin bergerak menyelamatkan tanaman pala masyarakat yang terdampak musim kering dan tekanan iklim akibat fenomena El Nino.

Upaya tersebut dilakukan di Kampung Waserat. Tim Brigade Pala Tomandin yang dipimpin Plt. Kepala Bidang Perlindungan Tanaman, George Waruma, S.ST., bersama 14 relawan turun langsung ke kebun masyarakat untuk memeriksa kondisi tanaman pala yang mengalami kekeringan dan kekurangan nutrisi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 111 pohon pala mengalami tekanan akibat kekurangan air. Sebagian tanaman masih dalam kondisi hidup sehingga dinilai memiliki peluang untuk dipertahankan melalui intervensi dan perawatan yang tepat.

George Waruma menjelaskan, gejala yang ditemukan lebih banyak menunjukkan stres tanaman akibat dehidrasi atau kekurangan air, bukan semata-mata disebabkan serangan organisme pengganggu tanaman.

“Tanaman yang kita temukan pada dasarnya masih hidup dan relatif sehat, tetapi mengalami dehidrasi karena kekurangan air. Karena itu kita melakukan intervensi dengan memberikan nutrisi dan stimulan agar tanaman dapat bertahan menghadapi tekanan kekeringan,” ujarnya.

Untuk membantu proses pemulihan, relawan Brigade Pala Tomandin memberikan nutrisi melalui metode injeksi serta pupuk dan nutrisi pendukung. Tindakan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi tanaman yang sedang mengalami tekanan akibat kekeringan.

Salah satu nutrisi yang digunakan berfungsi sebagai proteksi dan stimulan sekaligus membantu proses penguraian. Pemberian nutrisi tersebut diharapkan membantu tanaman mempertahankan kondisi fisiologis dan meningkatkan daya tahan menghadapi tekanan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan pemerintah akan terus mendorong langkah konkret untuk menyelamatkan tanaman pala yang masih memiliki peluang dipertahankan.

“Ini bagian dari solusi dan tindakan penyelamatan terhadap tanaman pala yang masih bisa kita selamatkan. Kita tidak boleh hanya melihat dan menunggu. Mari sama-sama kita lakukan sesuatu. Tanaman yang masih hidup harus kita upayakan agar tetap bertahan,” kata Widhi.

Menurutnya, tanaman pala bagi masyarakat Fakfak bukan sekadar komoditas perkebunan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dan sumber penghidupan keluarga. Karena itu, setiap tanaman yang masih dapat diselamatkan perlu mendapatkan perhatian dan perawatan.

“Saya berharap para petani pekebun pala juga terus berikhtiar. Jangan mudah menyerah dengan kondisi ini karena tanaman pala yang kita tanam hari ini adalah investasi untuk masa depan keluarga. Kalau masih bisa diselamatkan, mari kita rawat dan kita perjuangkan bersama,” tegasnya.

Widhi mengajak petani aktif memantau kondisi kebun selama musim kering, menjaga ketersediaan air semaksimal mungkin, memberikan nutrisi secara tepat, serta segera melaporkan tanaman yang mulai menunjukkan gejala kekeringan berat.

Menurutnya, penyelamatan Pala Tomandin membutuhkan kerja bersama pemerintah, Brigade Pala Tomandin, penyuluh, relawan, dan petani untuk menjaga keberlanjutan komoditas unggulan sekaligus sumber ekonomi masyarakat Fakfak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....