Mengenal Berbagai Jenis Kepiting yang Ada di Indonesia
- 30 Sep 2026 10:26 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kepiting merupakan salah satu kelompok hewan krustasea yang banyak ditemukan di wilayah pesisir Indonesia. Bentuk tubuhnya yang khas, memiliki capit dan cangkang keras, membuat kepiting mudah dikenali. Selain menjadi bagian penting dalam ekosistem pesisir, beberapa jenis kepiting juga memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi komoditas perikanan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat beberapa jenis kepiting yang dikenal dalam perdagangan, antara lain kepiting bakau (Scylla spp.), rajungan (Portunus pelagicus), serta berbagai jenis kepiting lainnya.
1. Kepiting Bakau
Kepiting bakau atau genus Scylla merupakan salah satu jenis kepiting yang sangat dikenal di Indonesia. Sesuai namanya, kepiting ini banyak berasosiasi dengan kawasan mangrove, perairan payau, estuaria, dan wilayah pesisir.
Kepiting bakau memiliki tubuh relatif besar dan capit yang kuat. Karena mempunyai nilai ekonomi tinggi, kepiting bakau menjadi salah satu komoditas perikanan penting dan juga telah banyak dikembangkan melalui kegiatan budidaya.
Menariknya, kepiting bakau sebenarnya bukan hanya satu jenis. Penelitian di Indonesia mengidentifikasi beberapa spesies dalam genus Scylla, yaitu Scylla serrata, Scylla tranquebarica, Scylla olivacea, dan Scylla paramamosain.
2. Kepiting Bakau Hijau
Salah satu jenis yang termasuk kelompok kepiting bakau adalah Scylla tranquebarica. Dalam beberapa penelitian di Indonesia, jenis ini ditemukan di kawasan mangrove.
Penelitian di kawasan hutan bakau Pasar Banggi, Rembang, misalnya, menemukan Scylla tranquebarica sebagai salah satu jenis kepiting bakau dengan kelimpahan relatif yang cukup tinggi di lokasi penelitian tersebut.
3. Kepiting Bakau Merah
Scylla serrata merupakan salah satu spesies kepiting bakau yang banyak diteliti di Indonesia. Jenis ini dapat ditemukan di berbagai wilayah pesisir dan kawasan mangrove.
Penelitian KKP mengenai Scylla serrata menunjukkan bahwa spesies ini memiliki nilai ekonomi dan menjadi salah satu sumber daya yang dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir.
4. Kepiting Bakau Oranye
Jenis lainnya adalah Scylla olivacea. Spesies ini juga termasuk kelompok kepiting bakau yang ditemukan di Indonesia.
Dalam sejumlah penelitian, Scylla olivacea menjadi salah satu jenis yang diperhatikan dalam pengembangan budidaya kepiting bakau. Penelitian KKP juga mencatat bahwa jenis ini memiliki potensi untuk kegiatan budidaya.
5. Rajungan
Nah, ini yang sering bikin orang keliru: rajungan dan kepiting bakau sebenarnya berbeda.
Rajungan yang umum dikenal dengan nama Portunus pelagicus memiliki tubuh yang cenderung pipih dan kaki belakang berbentuk seperti dayung. Bentuk kaki tersebut membantu rajungan berenang di perairan laut.
Rajungan juga merupakan komoditas perikanan penting di Indonesia. KKP memasukkan Portunus spp. sebagai kelompok rajungan yang pengelolaannya diatur dalam kebijakan perikanan nasional.
6. Kepiting Kaniki
Selain kepiting bakau dan rajungan, terdapat pula kepiting kaniki yang dalam penelitian perikanan Indonesia tercatat sebagai Thalamita danae.
Penelitian di perairan mangrove Maluku menemukan beberapa jenis kepiting dan rajungan, termasuk kepiting kaniki, rajungan, serta beberapa jenis kepiting bakau.
7. Kepiting-Kepiting Komersial Dunia
Kalau diperluas ke tingkat dunia, ternyata jenis kepiting jauh lebih beragam. KKP mencatat beberapa jenis yang dikenal sebagai komoditas perdagangan internasional, seperti Dungeness crab (Metacarcinus magister), Alaska snow crab (Chionoecetes opilio), Chinese mitten crab (Eriocheir sinensis), blue king crab (Paralithodes spp.), blue swimming crab (Portunus pelagicus), dan mud crab (Scylla spp.).
Kepiting Bukan Sekadar Hidangan
Keberadaan kepiting sebenarnya memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir. Kepiting bakau, misalnya, hidup di kawasan mangrove yang juga menjadi habitat berbagai organisme lainnya.
Karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, pemanfaatan kepiting perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Penelitian KKP di sejumlah wilayah menunjukkan bahwa tingginya permintaan terhadap kepiting dapat meningkatkan aktivitas penangkapan dan berpotensi memberikan tekanan terhadap populasi apabila tidak dikelola dengan baik.
Karena itu, menjaga mangrove dan habitat pesisir menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan kepiting di alam.
Jadi, kepiting yang kita kenal ternyata tidak hanya satu jenis. Ada kepiting bakau, rajungan, kepiting kaniki, hingga berbagai jenis kepiting yang tersebar di berbagai wilayah dunia.
Khusus di Indonesia, kepiting bakau dari genus Scylla menjadi salah satu sumber daya perikanan yang penting. Sementara rajungan dari genus Portunus memiliki ciri yang berbeda dan hidup terutama di lingkungan laut.
Mengenal jenis-jenis kepiting bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu kita memahami betapa beragamnya kehidupan di wilayah pesisir Indonesia dan pentingnya menjaga ekosistem tempat mereka hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....