Fakta Unik Kacang Arab: Si Kecil yang Kaya Protein dan Serat
- 30 Sep 2026 10:30 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID,Fakfak - Kacang arab atau chickpeas, yang juga dikenal sebagai garbanzo beans, mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik bentuknya yang kecil dan bulat, kacang ini menyimpan sejumlah fakta menarik. Kacang arab termasuk kelompok legum dan telah menjadi bagian dari berbagai pola makan di dunia selama ribuan tahun.
Berikut beberapa fakta unik tentang kacang arab yang menarik untuk diketahui.
1. Kacang Arab Sudah Dikonsumsi Sejak Ribuan Tahun
Kacang arab bukan makanan baru. Catatan sejarah menunjukkan bahwa kacang ini telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat adanya catatan awal mengenai kacang arab di Turki sekitar 3500 SM, sementara bukti sejarah lainnya menunjukkan keberadaannya di wilayah Prancis pada masa yang sangat lampau.
Saat ini kacang arab ditanam di lebih dari 50 negara dan India merupakan salah satu produsen kacang arab terbesar di dunia.
2. Namanya Ternyata Punya Hubungan dengan Bahasa Latin
Nama "chickpea" berasal dari kata Latin cicer, yang merujuk pada kelompok tumbuhan tempat kacang arab berasal.
Kacang arab termasuk keluarga Fabaceae, yaitu keluarga tumbuhan yang juga mencakup berbagai jenis kacang-kacangan lainnya. Nama lain yang sangat populer adalah garbanzo bean, terutama dalam penggunaan bahasa Spanyol.
3. Ada Dua Jenis Utama Kacang Arab
Secara umum terdapat dua kelompok varietas utama yang sering dibahas, yaitu Kabuli dan Desi.
| Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Keunikan Ikan Napoleon |
Kacang arab jenis Kabuli biasanya berukuran lebih besar, berbentuk bulat, dan berwarna lebih terang. Sementara itu, jenis Desi cenderung berukuran lebih kecil dengan warna lebih gelap dan bentuk yang tidak terlalu bulat. Desi banyak digunakan dalam masakan India dan Timur Tengah.
4. Kacang Arab Merupakan Sumber Protein Nabati
Salah satu daya tarik kacang arab adalah kandungan protein nabatinya.
Harvard T.H. Chan School of Public Health mencantumkan kacang arab sebagai sumber protein, folat, serat, zat besi, dan fosfor. Kacang ini juga mengandung sejumlah lemak tak jenuh, termasuk asam oleat dan linoleat.
Karena itu, kacang arab dapat menjadi salah satu pilihan makanan berbasis tumbuhan untuk menambah variasi sumber protein dalam pola makan.
5. Kacang Arab Kaya Serat
Selain protein, kacang arab juga menyediakan serat, baik serat larut maupun tidak larut. Serat membantu mendukung fungsi pencernaan dan dapat berkontribusi terhadap rasa kenyang.
Menariknya, kacang arab juga mengandung jenis oligosakarida yang disebut raffinose. Serat ini dapat difermentasi oleh bakteri baik di usus dan menghasilkan senyawa seperti butirat.
Namun, pada sebagian orang, konsumsi kacang-kacangan dapat menyebabkan gas atau rasa kembung. Perendaman kacang kering sebelum dimasak dapat membantu mengurangi sebagian oligosakarida yang berhubungan dengan keluhan tersebut.
6. Kacang Arab Bisa Dibuat Menjadi Camilan Renyah
Biasanya kacang arab ditemukan dalam hidangan seperti hummus, salad, sup, atau kari. Namun, kacang ini juga bisa dipanggang hingga renyah dan dijadikan camilan.
Harvard bahkan menyediakan resep roasted chickpeas, yaitu kacang arab yang dipanggang dengan sedikit minyak dan rempah.
Cara ini bisa menjadi alternatif bagi orang yang ingin menikmati camilan berbahan kacang-kacangan.
7. Air Sisa Kacang Arab Punya Nama Khusus: Aquafaba
Ini salah satu fakta yang cukup unik.
Cairan yang tersisa dari kacang arab kalengan atau air bekas memasak kacang arab disebut aquafaba. Cairan ini memiliki kemampuan mengikat dan mengemulsi sehingga dapat dimanfaatkan dalam berbagai resep sebagai bahan pengganti telur.
Jadi, bukan hanya kacangnya yang bisa dimanfaatkan.
8. Kacang Arab Bisa Membantu Memberikan Rasa Kenyang
Kombinasi protein dan serat dalam kacang arab membuat makanan ini cukup mengenyangkan. Harvard menjelaskan bahwa makanan tinggi serat dapat membantu meningkatkan rasa kenyang karena memperlambat proses pencernaan dan menambah volume makanan di saluran pencernaan.
Itulah sebabnya kacang arab dapat digunakan dalam berbagai menu sebagai salah satu sumber protein dan serat.
| Baca juga: Fakta Unik Lidah pada Hewan Buaya |
9. Kacang Arab Bisa Dikonsumsi dalam Bentuk Kalengan
Kacang arab tidak selalu harus dibeli dalam kondisi kering.
Kacang arab kalengan dapat langsung digunakan setelah ditiriskan dan dibilas. Harvard mencatat bahwa membilas kacang arab kalengan dapat mengurangi kandungan natriumnya secara signifikan, sementara kacang arab kalengan tetap mempertahankan banyak nilai gizinya dibandingkan kacang kering yang telah dimasak.
Jika memilih produk kalengan, label nutrisi tetap perlu diperhatikan, terutama kandungan natrium.
10. Bisa Diolah Menjadi Hummus
Salah satu makanan paling terkenal yang menggunakan kacang arab adalah hummus.
Kacang arab dapat dihaluskan dan dicampur dengan tahini, bawang putih, minyak zaitun, serta bahan lainnya untuk menghasilkan hummus.
Hummus kemudian dapat digunakan sebagai cocolan sayuran, olesan roti, atau bagian dari berbagai hidangan.
Jadi, Apa yang Membuat Kacang Arab Menarik?
acang arab menarik bukan hanya karena rasanya. Makanan ini memiliki kombinasi protein nabati, serat, folat, zat besi, fosfor, dan lemak tak jenuh, serta sangat fleksibel untuk diolah menjadi berbagai makanan.
Mulai dari hummus, sup, salad, hingga camilan kacang arab panggang, satu bahan ini bisa digunakan dalam banyak jenis hidangan.
Meski demikian, kacang arab tetap sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam. Tidak ada satu makanan yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi tubuh.
kacang arab mungkin kecil bentuknya, tetapi cukup besar manfaat dan sejarahnya. Dari makanan kuno hingga camilan modern, kacang arab tetap menjadi salah satu legum yang menarik untuk dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....