Fakfak Masuk Zona Udara Tidak Sehat hingga 1 Oktober
- 28 Sep 2026 20:14 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kualitas udara di Kabupaten Fakfak diprediksi berada pada kategori tidak sehat selama tiga hari berturut-turut, mulai 29 September hingga 1 Oktober 2026. Kondisi tersebut berdasarkan prediksi konsentrasi partikulat PM2.5 di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron atau mikrometer yang dapat menjadi indikator kondisi kualitas udara. Nilai Ambang Batas (NAB) PM2.5 selama 24 jam ditetapkan sebesar 55 µg/m³.
Pada 29 September 2026, Fakfak masuk dalam kategori tidak sehat dengan rentang konsentrasi PM2.5 sebesar 55,5 hingga 150,4 µg/m³. Pada hari yang sama, kategori serupa juga diprediksi terjadi di Kaimana, Sorong Selatan, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.
Prediksi untuk 30 September menunjukkan kondisi yang relatif sama. Fakfak kembali berada dalam kategori tidak sehat bersama Kaimana, Maybrat, Sorong Selatan, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.
Sementara pada 1 Oktober 2026, Fakfak masih diprediksi berada pada kategori tidak sehat dengan rentang konsentrasi PM2.5 55,5–150,4 µg/m³. Kondisi tersebut juga diprediksi terjadi di Kaimana, Sorong Selatan, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.
Di wilayah lainnya, kategori sedang pada 29 September diprediksi terjadi di Kota Sorong, Manokwari Selatan, Maybrat, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Sorong dan Tambrauw. Manokwari menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi berada pada kategori baik.
Memasuki 30 September, tidak ada wilayah yang diprediksi berada dalam kategori baik. Kota Sorong, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Sorong dan Tambrauw berada pada kategori sedang, sementara pada 1 Oktober kategori sedang juga mencakup Maybrat.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di Fakfak diimbau memperhatikan informasi kualitas udara dan mempertimbangkan pengurangan aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Penggunaan pelindung pernapasan juga dapat dipertimbangkan, terutama bagi masyarakat yang sensitif terhadap paparan partikulat udara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....