Kualitas Udara Fakfak Diprediksi Tidak Sehat Selama Tiga Hari
- 22 Sep 2026 18:31 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kualitas udara di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, diprediksi berada pada kategori tidak sehat selama tiga hari ke depan, 23 hingga 25 September 2026. Kondisi tersebut berdasarkan prediksi konsentrasi partikulat PM2.5 yang disampaikan untuk wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Partikulat PM2.5 merupakan partikel udara berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron atau mikrometer. Berdasarkan informasi tersebut, Nilai Ambang Batas (NAB) konsentrasi PM2.5 selama 24 jam ditetapkan sebesar 55 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Untuk Rabu, 23 September 2026, konsentrasi PM2.5 di Fakfak diprediksi berada pada kategori tidak sehat, dengan rentang konsentrasi 55,5 hingga 150,4 µg/m³. Fakfak menjadi salah satu daerah yang masuk kategori tersebut bersama Maybrat, Sorong Selatan dan Teluk Bintuni.
Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya diprediksi berada pada kategori sedang dengan konsentrasi PM2.5 antara 15,6 hingga 55,4 µg/m³. Wilayah tersebut meliputi Kaimana, Kota Sorong, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Sorong, Tambrauw dan Teluk Wondama.
Pada Kamis, 24 September 2026, kondisi kualitas udara di Fakfak masih diprediksi berada dalam kategori tidak sehat. Kategori serupa juga diprakirakan terjadi di Sorong Selatan dan Teluk Bintuni, sedangkan Manokwari, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak diprediksi berada pada kategori baik.
Selanjutnya pada Jumat, 25 September 2026, Fakfak kembali diprediksi berada pada kategori tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 55,5 hingga 150,4 µg/m³. Kondisi serupa diprediksi terjadi di Sorong Selatan dan Teluk Bintuni.
Adapun kategori sedang pada 25 September diprediksi terjadi di Kaimana, Kota Sorong, Maybrat, Raja Ampat, Sorong dan Teluk Wondama. Sementara kategori baik diprakirakan terjadi di Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Tambrauw.
Masyarakat di wilayah yang diprediksi mengalami kualitas udara tidak sehat diimbau memperhatikan kondisi lingkungan dan mengurangi paparan udara tercemar, terutama kelompok yang rentan. Perkembangan kualitas udara perlu terus dipantau karena konsentrasi PM2.5 dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....