Disdikpora Fakfak Perluas Akses PAUD dan PNF untuk Tuntaskan ATS

  • 21 Sep 2026 16:47 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak: Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, memperkuat strategi penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui pendekatan pencegahan, penjangkauan, dan pemberian layanan pendidikan yang fleksibel.

Kabid PAUD dan PNF Disdikpora Kabupaten Fakfak, Any Nurcholiyah, dalam materinya mengatakan penuntasan ATS harus dimulai dengan memastikan data anak yang belum atau tidak lagi mengikuti pendidikan tersedia secara akurat dan dapat diverifikasi di lapangan.

Menurutnya, pendataan perlu melibatkan pemerintah kampung dan kelurahan, RT/RW, kader PKK, satuan pendidikan, serta masyarakat, sehingga anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

"Pendataan menjadi langkah awal yang sangat penting. Kita harus memastikan tidak ada anak yang terlewat dari sistem pendidikan, sehingga intervensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi anak," ujar Any.

Ia menjelaskan, pencegahan ATS dilakukan sejak usia dini melalui penguatan layanan PAUD yang inklusif dan mudah dijangkau masyarakat. Layanan tersebut dapat dikembangkan melalui Posyandu, TPA maupun Satuan PAUD Sejenis (SPS), terutama di wilayah terpencil dan keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Selain itu, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam mencegah anak mengalami keterlambatan pendidikan. Edukasi parenting perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya stimulasi tumbuh kembang dan pendidikan anak sejak usia dini.

"Orang tua harus menjadi mitra aktif dalam pendidikan anak. Pencegahan ATS tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar," katanya.

Untuk anak usia sekolah yang telah putus sekolah, Any menyebut layanan Pendidikan Nonformal menjadi salah satu solusi melalui program Paket A, Paket B dan Paket C. Pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi peserta didik, termasuk bagi anak yang harus bekerja atau tinggal di wilayah dengan kendala geografis.

Layanan PNF juga akan diarahkan untuk mengintegrasikan pendidikan kesetaraan dengan keterampilan vokasi dan kewirausahaan melalui lembaga kursus dan pelatihan. Pendekatan tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada anak untuk tetap memperoleh pendidikan sekaligus memiliki keterampilan yang mendukung kemandirian.

Any menambahkan, penuntasan ATS membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah kampung, dunia usaha, organisasi masyarakat, Karang Taruna, lembaga swadaya masyarakat dan pihak swasta melalui dukungan beasiswa maupun sarana pembelajaran.

"Tujuan akhirnya adalah memastikan setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Baik melalui jalur formal maupun nonformal, yang terpenting anak tetap mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang," pungkas Any.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....