Bank Sampah Fakfak Hijau Targetkan 500 Nasabah di Tahun 2026
- 10 Sep 2026 14:26 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pengelola Bank Sampah Fakfak Hijau terus meningkatkan jumlah nasabah dan kapasitas pengelolaan sampah di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 130 nasabah aktif yang terdaftar dalam aplikasi Bank Sampah Fakfak Hijau.
Pengelola Bank Sampah Fakfak Hijau, Ris Fandi Yanto, mengatakan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan hingga mencapai target 500 nasabah sepanjang tahun 2026. Upaya penambahan nasabah dilakukan dengan memperluas edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Nasabah yang sampai detik ini sudah tercatat di aplikasi itu 130 nasabah yang aktif. Dan akan terus ditambah lagi. Target kita tahun 2026 ini bisa sampai 500 nasabah,” kata Ris Fandi Yanto.
Selain meningkatkan jumlah nasabah, Bank Sampah Fakfak Hijau menargetkan mampu mengelola sampah sebanyak 100 hingga 150 ton sepanjang tahun 2026. Saat ini, jumlah sampah campuran yang telah dikelola tercatat lebih dari 65 ton, dengan jenis sampah didominasi kertas dan plastik.
Menurut Ris, sampah yang terkumpul selanjutnya didistribusikan kepada pihak pembeli atau off-taker di Pulau Jawa untuk diproses di sejumlah pabrik daur ulang. Jenis pengolahan bergantung pada karakteristik sampah yang dikirim, seperti botol PET, gelas plastik, kertas, maupun jenis plastik lainnya.
“Sampah 65 ton itu kebanyakan sampah kertas dengan plastik. Paling banyak memang sampah buku-buku kertas. Kita distribusikan ke off-taker di Jawa, di pabrik-pabrik daur ulang,” ujarnya.
Ia menjelaskan sampah plastik yang telah dikumpulkan dapat diolah menjadi berbagai produk baru. Botol PET, misalnya, dapat didaur ulang menjadi bahan kain, poliester, karpet hingga tali plastik, sedangkan gelas plastik dapat dimanfaatkan menjadi sedotan atau karung plastik sesuai kebutuhan off-taker.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Bank Sampah Fakfak Hijau menerapkan pola sosialisasi secara langsung dari rumah ke rumah atau door-to-door. Selain memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah, pihaknya juga menawarkan celengan sampah kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membentuk kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Ris berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sehingga sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan ekonomi sirkular di Fakfak dapat terbentuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....