Pelajar Don Bosco Fakfak Ajak Teman Berani Kembangkan Bakat
- 10 Sep 2026 14:23 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Memiliki bakat saja tidak cukup jika tidak berani mengembangkannya. Pesan tersebut disampaikan tiga pelajar SMA YPPK St. Don Bosco Fakfak, Cello Jeremi Rumere, Martha Angelycha Mofu dan Violeta Rosalina Sata, saat berbagi pengalaman dalam program Indonesia Cerdas RRI Pro 1 Fakfak.
Ketiganya memiliki perjalanan berbeda dalam menemukan potensi diri. Cello mulai menyukai kegiatan menyanyi sejak taman kanak-kanak dan mendapat dukungan dari ayahnya untuk terus berlatih. Ia kemudian aktif bernyanyi di gereja dan berbagai kegiatan hingga berhasil meraih prestasi di bidang vokal, termasuk Juara 1 Vokal Solo Putra FLS3N 2026 tingkat kabupaten dan Provinsi Papua Barat.
Martha mulai mengenal potensinya ketika duduk di kelas tiga atau empat SD. Saat itu ia dipercaya menjadi danton dalam kegiatan gerak jalan. Dukungan sang ibu kemudian membuatnya semakin berani mengikuti berbagai kegiatan, termasuk tari dan kegiatan kepemudaan.
“Saya ingin teman-teman percaya diri dan mencoba hal baru. Jangan takut untuk mencoba,” ujar Martha.
Berbeda dengan Martha, Violeta mulai menyadari kemampuannya di bidang seni sejak SMP. Dukungan mama dan kakaknya membuat ia semakin serius mengembangkan bakat tersebut. Ia kemudian aktif di Sanggar Tomandin Fakfak dan berhasil meraih Juara 1 Tari Kreasi FLS3N 2026 hingga tingkat Provinsi Papua Barat.
Menurut Violeta, banyak anak muda sebenarnya memiliki bakat dan talenta, tetapi belum tentu berani menunjukkannya. Padahal, bakat yang tidak dikembangkan akan sulit diketahui oleh orang lain.
“Sebagai anak muda, sebenarnya kita punya bakat dan talenta yang harus dikembangkan. Kalau tidak dikembangkan, orang tidak akan tahu. Jangan takut kalau salah, karena itu hal biasa. Yang penting mencoba,” kata Violeta.
Cello menambahkan bahwa pelajar tidak perlu menunggu menjadi hebat untuk mulai menunjukkan kemampuan. Menurutnya, pengembangan bakat dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan dilakukan secara bertahap.
“Jangan malu, tunjukkan bakat yang dimiliki, bisa dimulai dari tingkat sekolah. Harus percaya diri dan jangan pendam bakat,” ujar Cello.
Ketiganya juga mengingatkan bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Cello menyebut kegagalan sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi dan mencoba kembali. Pesan mereka sederhana yaitu berani mencoba hal positif, terus mengembangkan bakat dan tidak takut melangkah untuk menjadi lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....