Lokakarya KSP SMAN 2 Fakfak Libatkan Stakeholder
- 07 Sep 2026 12:07 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak — SMA Negeri 2 Fakfak melibatkan sejumlah pemangku kepentingan dalam lokakarya eksternal penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan atau KSP. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memastikan dokumen kurikulum memenuhi standar mutu dan kebutuhan peserta didik.
Kepala SMAN 2 Fakfak, Chandra Sri Ubayanti, M.Pd., menjelaskan lokakarya eksternal merupakan kelanjutan dari proses penyusunan KSP yang telah dilakukan secara internal. Tahapan internal berlangsung selama tiga minggu setelah sekolah melaksanakan In-House Training atau IHT penyusunan perangkat ajar. Hal itu disampaikan di SMA Negeri 2 Fakfak pada Sabtu 5 September 2026.
Dalam lokakarya eksternal, sekolah menghadirkan Pengawas SMA/SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak serta Ketua Komite SMAN 2 Fakfak. Kehadiran mereka diharapkan memberikan masukan objektif terhadap draf kurikulum yang telah disusun.
Chandra menilai keterlibatan stakeholder merupakan bagian penting dalam memastikan kualitas dokumen pendidikan. “Masukan dari pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan KSP benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah dan murid,” ujarnya.
Proses tersebut juga menjadi bentuk pengendalian dan evaluasi dalam penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal atau SPMI. Sekolah tidak hanya melakukan evaluasi secara internal, tetapi juga membuka ruang penilaian dari pihak di luar sekolah.
Rangkaian penyusunan KSP sebelumnya diawali dengan IHT pada 27 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan tahun ajaran baru sekaligus penguatan kesiapan pedagogik pendidik.
Seluruh tahapan penyusunan KSP mendapat pendampingan dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan atau BPMP Papua Barat dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan atau BGTK Papua Barat. Pendampingan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sejak tahap awal hingga lokakarya.
Sebagai sekolah model implementasi Pembelajaran Mendalam atau PM dan Koding dan Kecerdasan Artifisial atau KKA di Provinsi Papua Barat, SMAN 2 Fakfak berupaya menjaga proses pendidikan tetap berbasis standar mutu. Keterlibatan stakeholder menjadi salah satu cara untuk memperkuat akuntabilitas dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan sekolah.
Chandra berharap KSP yang telah melalui berbagai tahapan evaluasi dapat diterapkan secara optimal. Kurikulum tersebut diharapkan menjadi pedoman pembelajaran sekaligus instrumen peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....