Nurwidayati Samaun Dahlan: Kelola Sampah Mulai dari Rumah

  • 03 Sep 2026 17:14 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, mengajak masyarakat menjadikan rumah tangga sebagai titik awal dalam mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Fakfak.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Launching dan Sosialisasi Implementasi Tata Kelola Sampah Berbasis Masyarakat melalui Strategi Dual Track Ecosystem serta Pelatihan Pembuatan Kompos, Kamis 3 September 2026, di Kantor Kelurahan Fakfak Utara.

Nurwidayati mengatakan, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah maupun petugas kebersihan. Menurutnya, masyarakat sebagai penghasil sampah memiliki tanggung jawab untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Ia mengajak masyarakat, khususnya kaum ibu dan rumah tangga, mengubah kebiasaan dalam memperlakukan sampah. Slogan “Buanglah Sampah pada Tempatnya” dinilai perlu diperkuat dengan kesadaran baru melalui prinsip “Sampahku, Tanggung Jawabku.”

“Yang membuat sampah adalah kita sendiri. Setiap orang pasti menghasilkan sampah. Karena itu, kita harus bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan.” ujarnya Nurwidayati Samaun Dahlan.

Nurwidayati menekankan pentingnya pemilahan sampah dari rumah. Sampah plastik, kertas, kardus, kaleng dan sampah organik harus dipisahkan sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.

Menurutnya, pemilahan juga dapat mengurangi volume sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Berbagai sampah seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng minuman, kaleng susu, kaleng rokok hingga jerigen oli masih memiliki nilai jual.

“Kalau kita sudah memilah sampah dari rumah, saya yakin sampah yang kita hasilkan volumenya akan menyusut. Karena ternyata sampah itu bisa menghasilkan uang.” ungkapnya.

Selain sampah anorganik, Nurwidayati mengingatkan masyarakat agar tidak membuang minyak jelantah sembarangan. Minyak bekas memasak dapat dikumpulkan untuk kemudian disalurkan melalui bank sampah dan memiliki nilai ekonomi.

Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan sisa makanan dari dapur menjadi kompos. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan di rumah adalah menggunakan biopori agar sampah organik dapat terurai secara alami.

Nurwidayati turut menyoroti kebersihan kawasan Jalan Baru Puri yang kerap menjadi lokasi berkumpul anak-anak muda. Ia mengusulkan agar tempat sampah disediakan secara memadai di sepanjang kawasan tersebut sehingga masyarakat dapat langsung membuang sampah setelah beraktivitas.

Ia berharap sampah yang masih memiliki nilai ekonomi tidak langsung dibuang, melainkan dibawa pulang untuk dipilah dan dikumpulkan sebelum disetorkan ke bank sampah. Kebiasaan sederhana itu dinilai dapat menjadi bagian dari gerakan ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

“Intinya, tujuan kita adalah membuat Kabupaten Fakfak bersih dari sampah dan lebih indah dipandang. Jangan sampai sampah terus menumpuk di setiap sudut kota.” tambahnya.

Nurwidayati mengapresiasi masyarakat Kelurahan Fakfak Utara yang telah lebih dahulu menerapkan pemilahan sampah dari rumah. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh bahwa perubahan tata kelola sampah dapat dimulai dari keluarga dan lingkungan terkecil.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Keputusan Bupati Fakfak Nomor 600.4-306 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Sampah Berbasis Masyarakat melalui Strategi Dual Track Ecosystem. Kelurahan Fakfak Utara menjadi langkah awal yang diharapkan dapat direplikasi di kelurahan dan kampung lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....