Mengenal Berbagai Jenis Tape Makanan Fermentasi Khas Indonesia
- 31 Agt 2026 21:38 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID,Fakfak - Tape atau tapai merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang dibuat melalui proses fermentasi bahan pangan yang kaya akan karbohidrat. Proses fermentasi dilakukan dengan bantuan ragi sehingga menghasilkan perubahan rasa, aroma, tekstur, dan kandungan bahan pangan. Tape umumnya memiliki cita rasa manis dengan sedikit rasa asam serta aroma khas hasil fermentasi.
Di Indonesia, tape tidak hanya dibuat dari satu jenis bahan. Tape yang paling dikenal masyarakat adalah tape singkong dan tape ketan, tetapi terdapat pula berbagai jenis tape yang dibuat dari bahan seperti pisang, ubi jalar, beras, sorgum, dan sukun. Dilansir dari berbagai sumber diantaranya IDN Times
1. Tape Singkong
Tape singkong merupakan salah satu jenis tape yang paling populer di Indonesia. Sesuai namanya, tape ini dibuat dari singkong yang telah dimasak kemudian diberi ragi dan difermentasi selama beberapa hari.
Tape singkong biasanya mempunyai tekstur yang lembut, lunak, dan mengandung cukup banyak air. Rasanya manis dengan sedikit rasa asam dan aroma fermentasi yang khas. Tape singkong dapat dimakan secara langsung maupun digunakan sebagai bahan berbagai makanan, seperti prol tape, bolu tape, tape goreng, kolak, dan berbagai kue.
Salah satu daerah yang terkenal sebagai penghasil tape singkong adalah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Tape Bondowoso bahkan menjadi salah satu produk kuliner yang dikenal sebagai ciri khas daerah tersebut.
2. Peuyeum
Peuyeum merupakan sebutan yang banyak digunakan di Jawa Barat untuk tape singkong. Salah satu perbedaannya dengan tape singkong yang sangat basah adalah peuyeum umumnya memiliki tekstur yang lebih padat dan relatif tidak terlalu berair.
Peuyeum dapat dimakan langsung sebagai camilan atau diolah menjadi berbagai makanan. Produk ini menjadi salah satu contoh bagaimana makanan fermentasi dapat memiliki nama dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan tradisi daerahnya. IDN Times
3. Tape Ketan Putih
Tape ketan dibuat menggunakan beras ketan sebagai bahan utamanya. Beras ketan dimasak terlebih dahulu, kemudian diberi ragi dan difermentasi selama beberapa hari.
Tape ketan putih memiliki warna putih, tekstur lunak dan lengket, serta rasa manis dengan aroma fermentasi yang khas. Tape jenis ini dapat dimakan langsung atau digunakan sebagai pelengkap berbagai makanan dan minuman. Menurut Ensiklopedia Produk Pangan Indonesia, proses fermentasi tape ketan umumnya berlangsung sekitar 3–5 hari.
4. Tape Ketan Hitam
Tape ketan hitam dibuat menggunakan beras ketan hitam. Warna gelap dari beras ketan memberikan tampilan yang khas pada tape yang dihasilkan.
Dibandingkan tape ketan putih atau hijau, tape ketan hitam umumnya mempunyai tekstur yang sedikit lebih keras dan tidak terlalu berair. Rasanya manis dengan aroma fermentasi yang cukup kuat. Di beberapa daerah, tape ketan hitam juga menjadi bagian dari hidangan tradisional seperti uli tape.
5. Tape Ketan Hijau
Tape ketan hijau merupakan salah satu variasi tape ketan yang cukup dikenal, khususnya di Jawa Tengah. Warna hijau pada tape dapat diperoleh dari bahan pewarna alami seperti daun suji atau pandan.
Tape ini mempunyai tekstur lunak dan sedikit berair, dengan rasa manis serta aroma khas hasil fermentasi. Tape ketan hijau sering dijual dalam kemasan sederhana menggunakan daun atau wadah tradisional.
6. Tape Pisang
Selain singkong dan ketan, pisang juga dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat tape. Tape pisang dapat ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, antara lain Lumajang dan Majalengka.
Tidak semua jenis pisang cocok untuk difermentasi menjadi tape. Pisang yang memiliki kandungan pati tinggi lebih sesuai digunakan sebagai bahan baku karena pati tersebut dapat mengalami perubahan selama proses fermentasi.
| Baca juga: Bau Semut yang Tidak Enak ini Alasannya |
7. Tape dari Bahan Pangan Lain
Pada dasarnya, bahan pangan yang kaya karbohidrat dan pati berpotensi digunakan untuk pembuatan tape. Selain singkong, ketan, dan pisang, terdapat pula tape yang dibuat dari beras, sorgum, ubi jalar, dan sukun.
Namun, jenis-jenis tersebut belum sepopuler tape singkong dan tape ketan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pengolahan bahan tersebut menjadi tape dapat memberikan perubahan pada cita rasa, aroma, tekstur, serta karakteristik bahan pangan.
Bagaimana Tape Dibuat?
Secara sederhana, pembuatan tape dilakukan dengan menyiapkan bahan pangan, memasaknya hingga matang, kemudian mendinginkannya sebelum diberi ragi. Bahan tersebut selanjutnya disimpan dalam kondisi yang sesuai selama beberapa hari agar proses fermentasi berlangsung.
Ragi tape mengandung berbagai mikroorganisme, termasuk kapang, khamir, dan bakteri. Mikroorganisme tersebut membantu menguraikan karbohidrat dalam bahan pangan menjadi senyawa yang menghasilkan karakteristik khas tape, seperti rasa manis, aroma fermentasi, serta tekstur yang lebih lunak.
Tape merupakan salah satu warisan kuliner Indonesia yang menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan melalui fermentasi. Tape singkong dan tape ketan merupakan dua jenis yang paling populer, tetapi sebenarnya terdapat banyak variasi lain, seperti peuyeum, tape pisang, serta tape yang dibuat dari beras, sorgum, ubi jalar, dan sukun.
Setiap jenis tape memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi bahan baku, warna, tekstur, rasa, maupun daerah yang memproduksinya. Keberagaman tersebut membuat tape tidak hanya menjadi makanan tradisional, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya dan kuliner Nusantara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....