BMKG Siboru Ingatkan Lima Sektor Hadapi El Nino
- 26 Agt 2026 12:04 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Siboru Fakfak, Papua Barat, mengingatkan lima sektor utama untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung pada semester kedua 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Siboru-Fakfak, Laura Silpa Marcharet Runggeari, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena El Nino berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Fakfak.
Menurut Laura, hasil monitoring pada dasarian I Agustus 2026 menunjukkan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada indeks +0,457 atau masih dalam fase netral. Sementara itu, nilai Sea Surface Temperature Anomaly (SSTA) Nino 3.4 mencapai +2,77 yang mengindikasikan El Nino dengan intensitas sangat kuat.
“Terdapat peluang 50–60 persen El Nino terjadi pada semester kedua tahun 2026. Fenomena ini dapat memicu berkurangnya curah hujan di Indonesia,” jelas Laura.
BMKG juga mencatat Kabupaten Fakfak, khususnya Distrik Bomberai dan Tomage, telah memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Berdasarkan peta prakiraan sifat hujan, sebagian besar wilayah diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal dengan kisaran 0–50 milimeter, sedangkan sebagian wilayah Distrik Karas berada pada kategori menengah 50–84 milimeter.
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG memberikan sejumlah imbauan kepada lima sektor, yakni sektor pangan agar menyesuaikan jadwal tanam serta memilih varietas tahan kekeringan dan berumur pendek; sektor sumber daya air untuk memastikan ketersediaan air dan memperbaiki jaringan distribusi; serta sektor energi untuk menjaga kapasitas air bendungan guna mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Sementara sektor lingkungan diminta menyiapkan mekanisme respons cepat terhadap potensi penurunan kualitas udara, sedangkan sektor kehutanan dan kebencanaan perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. BMKG juga mengimbau masyarakat menghemat air, tidak melakukan pembakaran lahan, meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi, serta rutin memantau informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....