Maulid Nabi Jadi Momentum Penguatan Karakter Siswa

  • 25 Agt 2026 19:43 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak — SMA Negeri 2 Fakfak menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sebagai momentum memperkuat karakter peserta didik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan SMA Negeri 2 Fakfak, Selasa, 25 Agustus 2026, dengan menekankan pentingnya keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMA Negeri 2 Fakfak, Chandra Sri Ubayanti, M.Pd., mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan bagian dari upaya sekolah mewujudkan visi dalam menyiapkan lulusan yang memiliki delapan dimensi profil lulusan. Salah satunya adalah membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa.

Menurut Chandra, salah satu bentuk keimanan dan ketakwaan dapat diwujudkan dengan meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Rasulullah dinilai sebagai sosok terbaik yang dapat menjadi standar keteladanan bagi peserta didik maupun seluruh warga sekolah.

"Keberhasilan atau makna dari peringatan Maulid Nabi ini arahnya bagaimana kita dapat meneladani, tidak sekadar merayakan atau mengingat saja," ujar Chandra.

Ia menjelaskan, terdapat empat sifat Rasulullah yang penting ditanamkan dalam kehidupan sekolah, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Keempat sifat tersebut memiliki makna kejujuran, dapat dipercaya, menyampaikan kebenaran, serta kecerdasan yang disertai kebijaksanaan.

Nilai siddiq, kata Chandra, dapat diterapkan siswa melalui kejujuran dalam mengerjakan tugas dan tidak menyontek. Sementara amanah dapat diwujudkan dengan melaksanakan setiap tanggung jawab yang diberikan, baik sebagai ketua kelas, anggota kelas maupun dalam kegiatan sekolah.

Sifat tabligh juga dinilai penting untuk membangun keberanian menyampaikan kebenaran dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Menurutnya, nilai tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab siswa, tetapi juga harus dicontohkan oleh para guru sebagai bagian dari warga sekolah.

Selain itu, fathonah tidak hanya dimaknai sebagai kecerdasan dalam pengetahuan, tetapi juga kemampuan bersikap bijaksana. Chandra menilai pendidikan perlu mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang diiringi dengan kebijaksanaan.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi bagian dari budaya sekolah. Dengan demikian, keteladanan Rasulullah dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh warga SMA Negeri 2 Fakfak dan memberikan dampak positif di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....