Payung: Dari Simbol Status Sosial hingga Pelindung Sehari-Hari
- 20 Agt 2026 09:52 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Payung merupakan benda sederhana yang hampir selalu ada di setiap rumah. Namun, balik bentuknya yang ringkas, payung memiliki sejarah panjang dan peranan yang terus berkembang dari masa ke masa.
Melansir laman Wikipedia, ribuan tahun lalu di Mesir Kuno, Yunani, dan Tiongkok, payung awalnya diciptakan bukan untuk menahan hujan, melainkan sebagai pelindung dari terik matahari (parasol). Benda ini dahulu menjadi simbol status sosial, kekuasaan, dan royalti yang hanya boleh digunakan oleh kalangan bangsawan.
Bangsa Tiongkok pada abad ke-1 Masehi menjadi pihak pertama yang melapisi payung kertas mereka dengan lilin dan minyak agar tahan terhadap air hujan.
Pada abad ke-18, penggunaan payung mulai meluas di Eropa sebagai alat pelindung hujan harian bagi masyarakat umum, hingga akhirnya desain rangka logam lipat dipatenkan oleh Samuel Fox pada tahun 1852.
Jenis-jenis payung modern:
1. Payung Lipat (Compact)
Praktis, ringan, dan mudah dimasukkan ke dalam tas.Bepergian harian atau penggunaan darurat.
2. Payung Standar / Tongkat
Rangka lebih kokoh dan area cakupan perlindungan lebih luas.Berjalan kaki saat hujan deras atau angin kencang.
3. Payung Golf
Kanopi sangat lebar dan menggunakan bahan anti-angin (windproof).Perlindungan ekstra untuk 2–3 orang sekaligus.
4. Payung Terbalik (Kazbrella)
Sisi basah terlipat ke dalam sehingga tidak membasahi lantai/mobil.Pengendara mobil yang sering keluar-masuk kendaraan saat hujan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....