Pala Tomandin Jadi Pesan Utama Disbun Fakfak di Karnaval
- 14 Agt 2026 11:33 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak mengangkat Pala Tomandin sebagai simbol kemerdekaan ekonomi dan budaya dalam Karnaval Kemerdekaan dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia, yang berlangsung di Kabupaten Fakfak.
Keikutsertaan Dinas Perkebunan diwujudkan melalui kendaraan hias bertema “Fakfak Membara, Pala Unggul, Warisan Berharga untuk Masa Depan”, yang mendapat perhatian masyarakat sepanjang jalur karnaval.
Kendaraan hias tersebut dipenuhi ornamen buah dan bunga pala, simbol perkebunan serta pesan GERTAK Fakfak atau Gerakan Tanam Kebun Fakfak. Konsep itu menggambarkan Pala Tomandin bukan sekadar komoditas perkebunan, tetapi bagian dari identitas, budaya dan sumber penghidupan masyarakat.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan keikutsertaan dalam karnaval menjadi momentum untuk menyampaikan pesan pembangunan perkebunan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Pala Tomandin sebagai komoditas unggulan daerah.
“Kemerdekaan harus kita maknai lebih luas, bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi bagaimana masyarakat mampu berdiri di atas potensi daerah sendiri. Bagi Fakfak, salah satunya adalah Pala Tomandin.” ungkap Widhi.
Menurut Widhi, petani pekebun memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Dari kebun pala, masyarakat memperoleh sumber pendapatan keluarga, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat kampung hingga memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah.
Ia menyebut petani pala sebagai pahlawan ekonomi yang perlu mendapat dukungan melalui peningkatan produksi, perluasan kebun, penguatan kelembagaan, pembukaan peluang usaha dan pengembangan hilirisasi agar nilai tambah pala dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat.
Widhi menambahkan, pesan yang dibawa dalam karnaval sejalan dengan semangat Fakfak Membara, yakni membangun bersama rakyat, termasuk melalui gerakan menanam dan pengembangan Pala Unggul secara berkelanjutan.
“Kita ingin masyarakat melihat bahwa satu pohon pala yang ditanam hari ini adalah investasi untuk masa depan. Karena itu, GERTAK Fakfak harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah bergerak, petani pekebun bergerak, pelaku usaha bergerak dan generasi muda juga harus ikut mengambil bagian,” ujarnya.
Selain meningkatkan produksi, Dinas Perkebunan juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas Pala Tomandin. Petani dan pelaku usaha diharapkan memperhatikan waktu panen serta penanganan pascapanen agar mutu biji dan fuli tetap terjaga.
I“Jangan hanya mengejar banyaknya produksi, tetapi kualitas harus menjadi perhatian utama. Kalau mutu Pala Tomandin kita jaga, maka kepercayaan pasar juga kita jaga. Pada akhirnya, yang kita perjuangkan adalah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani pekebun.” tambahnya.
Ia mengatakan pengembangan Pala Tomandin ke depan juga diarahkan pada hilirisasi, sehingga pala tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Menurutnya, pengembangan komoditas pala membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, petani, pelaku usaha, kelembagaan masyarakat hingga generasi muda. Pala juga memiliki keterkaitan erat dengan kearifan lokal masyarakat Fakfak, termasuk nilai Meri Totora dan semangat Satu Tungku Tiga Batu.
Melalui Karnaval HUT ke-81 RI, Dinas Perkebunan Fakfak ingin menyampaikan pesan bahwa membangun perkebunan berarti membangun masyarakat. Pala Unggul menjadi bagian dari semangat Fakfak Membara untuk mewujudkan kemandirian ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....