RTQ Assaffah Fakfak Kembangkan Generasi Qurani lewat Tilawah
- 10 Agt 2026 10:35 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Rumah Tilawah Qur'an (RTQ) Assaffah Fakfak terus mengembangkan pembinaan Al-Qur'an bagi generasi muda melalui seni baca Al-Qur'an atau tilawah. Berada di bawah naungan Yayasan Assaffah Fakfak, RTQ tidak hanya membekali santri dengan kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga memberikan pembinaan keagamaan dan karakter.
Ketua Yayasan Assaffah Fakfak, Ustaz H. Said Al Zubaidy, S.Ag., M.Pd., mengatakan keberadaan yayasan berawal dari keinginan para qori dan qoriah yang membutuhkan wadah pembinaan. Gagasan tersebut kemudian berkembang hingga RTQ Assaffah resmi diluncurkan pada 27 Agustus 2024.
“Berawal dari MTQ, para qori dan qoriah merindukan adanya wadah pembinaan. Dari situlah kemudian kita membangun wadah ini,” ujar Ustaz Said dalam acara NGOBRAS (Ngobrol Bareng Komunitas) yang membahas Rumah Tilawah Qur'an Assaffah Fakfak.
Direktur RTQ Assaffah Fakfak, Ustaz Muh. M. Ghadafi Fakaubun, S.Pd., M.Pd., menjelaskan pembelajaran dilakukan secara bertahap, dimulai dari Iqra dan tahsin sebagai dasar sebelum santri diarahkan pada kemampuan tilawah. Saat ini, RTQ Assaffah juga menerapkan pembelajaran tujuh lagu tilawah sesuai dengan tingkatan kemampuan santri.
“Untuk mencapai program tilawah, tidak terlepas dari Iqra dan tahsin. Alhamdulillah, sekarang proses pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran tujuh lagu,” jelas Ustaz Ghadafi. Menurutnya, kemampuan santri terus dipantau melalui praktik secara bertahap hingga mereka mampu memberikan contoh bacaan yang telah dipelajari.
Pembinaan tidak berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur'an. Ustaz Said mengatakan santri juga diberikan pemahaman mengenai berbagai ibadah, seperti puasa dan amalan Hari Arafah. Mereka turut dilibatkan dalam kegiatan keagamaan, termasuk peringatan 1 Muharam yang dilaksanakan bersama sejumlah komunitas.
Sekretaris Jenderal RTQ Assaffah, Ustaz Karim Kelsaba, S.Pd.I., mengatakan para santri juga mulai dilibatkan dalam berbagai perlombaan. Kompetisi internal menjadi salah satu cara untuk melihat potensi santri sebelum mereka mengikuti ajang pada tingkat yang lebih tinggi.
“Harus ada regenerasi, anak negeri yang menjadi qori dan qoriah tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi kalau bisa sampai ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Ustaz Ghadafi menuturkan minat masyarakat Fakfak terhadap seni baca Al-Qur'an cukup besar, sementara wadah pembinaan masih terbatas. Karena itu, RTQ Assaffah menargetkan santri mampu menguasai tujuh lagu tilawah dan mengembangkan potensi tersebut hingga dapat mewakili Fakfak dalam berbagai kompetisi, termasuk tingkat nasional dan internasional.
Ke depan, Yayasan Assaffah juga berkomitmen mengembangkan RTQ sebagai lembaga pembinaan Al-Qur'an yang lebih terpadu. Ustaz Said menyebut pembangunan gedung RTQ telah mulai dipersiapkan di atas lahan yang tersedia. Pihaknya berharap dukungan pemerintah daerah, LPTQ, orang tua, dan masyarakat semakin kuat sehingga RTQ Assaffah dapat melahirkan generasi muda Fakfak yang memiliki kemampuan tilawah sekaligus karakter Qurani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....