Poltekkes Fakfak Cetak Lulusan Siap Kerja hingga Berpeluang ke Luar Negeri
- 06 Agt 2026 13:44 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah timur, masih menjadi tantangan yang harus terus dipenuhi. Menjawab kebutuhan tersebut, Poltekkes Kemenkes Sorong Kampus Fakfak berkomitmen mencetak lulusan vokasi kesehatan yang kompeten, siap kerja, dan mampu bersaing hingga tingkat internasional. Hal itu disampaikan Dosen sekaligus Panitia Lokal SPMB Poltekkes Kemenkes Sorong, Ns. Bahtiar Yusuf, S.Kep., M.Kep, dalam program Kita Indonesia di RRI Pro 1 Fakfak.
Bahtiar menjelaskan, pendidikan vokasi kesehatan memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang siap terjun ke lapangan. Menurutnya, lulusan Program Studi Diploma III Keperawatan tidak hanya memiliki peluang bekerja di rumah sakit, tetapi juga di klinik, puskesmas, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
"Yang dibutuhkan saat ini bukan hanya jumlah tenaga kesehatan, tetapi juga kualitasnya. Karena itu kami menyiapkan lulusan yang siap kerja melalui pendidikan berbasis kompetensi," ujarnya.
Ia mengatakan, seluruh proses pendidikan di Poltekkes mengacu pada standar Kementerian Kesehatan, termasuk pelaksanaan uji kompetensi sebelum mahasiswa dinyatakan layak memasuki dunia kerja. Dengan sistem tersebut, lulusan diharapkan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di berbagai daerah.
Selain memiliki Program Studi D-III Keperawatan yang telah terakreditasi unggul, Poltekkes Fakfak juga menyiapkan mahasiswa agar memiliki daya saing global. Bahtiar mengungkapkan, sejumlah alumni bahkan telah berhasil bekerja di luar negeri, termasuk di Arab Saudi.
"Kami tidak hanya menyiapkan lulusan untuk bekerja di Fakfak atau Indonesia, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat global. Itu sudah dibuktikan oleh alumni kami yang bekerja di luar negeri," katanya.
Bahtiar menambahkan, proses pembelajaran di Poltekkes lebih menekankan pada penguasaan keterampilan melalui pendidikan vokasi, dengan porsi praktik yang lebih besar dibanding teori. Mahasiswa juga harus lulus uji kompetensi internal sebelum menjalani praktik klinik di rumah sakit maupun puskesmas, sehingga saat lulus mereka benar-benar siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....