BMKG Sebut Curah Hujan Fakfak Meningkat Bertahap Mulai Oktober Mendatang

  • 05 Agt 2026 13:37 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Torea Fakfak melaporkan kondisi curah hujan di Kabupaten Fakfak terus mengalami penurunan. Memasuki akhir Juli hingga awal Agustus 2026, sebagian besar wilayah terpantau didominasi kategori Tidak Terukur (TTU), yang menunjukkan tidak adanya hujan yang tercatat di titik pengamatan.

Berdasarkan analisis BMKG, tren penurunan curah hujan tersebut merupakan bagian dari kondisi cuaca yang terjadi secara umum di wilayah Papua Barat. Pada periode Mei hingga Juli 2026, sebagian besar daerah di provinsi ini mengalami sifat hujan di bawah normal, sehingga curah hujan cenderung lebih rendah dibandingkan kondisi rata-rata.

BMKG memperkirakan kondisi kering masih akan berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026. Hampir seluruh kabupaten dan kota di Papua Barat diprediksi mengalami curah hujan rendah, termasuk Kabupaten Fakfak yang dalam beberapa pekan terakhir lebih sering berawan namun tidak diikuti hujan.

"Pada periode Mei hingga Juli 2026, curah hujan di Papua Barat secara umum menunjukkan tren penurunan dengan dominasi sifat hujan di bawah normal. Kondisi di Fakfak, seperti terlihat akan turun hujan tetapi tidak jadi, sudah berlangsung hampir sebulan terakhir," jelas pihak BMKG dalam keterangan resminya.

Meski demikian, BMKG memprediksi kondisi tersebut tidak berlangsung hingga akhir tahun. Curah hujan diperkirakan mulai meningkat secara bertahap memasuki Oktober dan berlanjut hingga Desember 2026 seiring perubahan pola musim di wilayah Papua Barat.

"Menjelang akhir tahun, sebagian besar wilayah akan masuk kategori curah hujan menengah," terang BMKG, seraya mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi cuaca terbaru sebagai acuan dalam berbagai aktivitas, khususnya sektor pertanian, pelayaran, dan kebencanaan.

Sementara itu, berdasarkan data penakar hujan OBS Torea Fakfak, titik pengamatan Siboru mencatat akumulasi curah hujan sebesar 74,5 milimeter sepanjang Juli 2026. Hujan tertinggi terjadi pada 1 Juli dengan intensitas mencapai 34,7 milimeter. Namun memasuki paruh kedua Juli hingga awal Agustus, sebagian besar hari berada pada kategori TTU. Bahkan hingga 3 Agustus 2026, curah hujan yang tercatat hanya 0,4 milimeter, menandakan kondisi awal Agustus lebih kering dibandingkan awal Juli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....