Cara Mengenali Anak yang Sering Mengalami Bullying

  • 31 Jul 2026 14:04 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID,Fakfak - Bullying atau perundungan merupakan tindakan menyakiti seseorang secara sengaja dan berulang, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital (cyberbullying). Dampaknya tidak hanya memengaruhi kondisi fisik anak, tetapi juga kesehatan mental, rasa percaya diri, dan prestasi belajar. Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu mengenali tanda-tanda anak yang mungkin menjadi korban bullying sejak dini. Dilansir dari UNICEF Indonesia

Tanda-Tanda Anak yang Sering Mengalami Bullying

1. Enggan Pergi ke Sekolah

Anak yang menjadi korban bullying sering kali mencari alasan untuk tidak berangkat ke sekolah, seperti mengaku sakit atau meminta izin untuk tetap di rumah.

2. Perubahan Emosi yang Drastis

Anak tampak lebih murung, cemas, mudah marah, atau sering menangis tanpa alasan yang jelas. Mereka juga dapat kehilangan rasa percaya diri.

3. Prestasi Belajar Menurun

Korban bullying sering mengalami kesulitan berkonsentrasi sehingga nilai akademiknya menurun dan semangat belajar berkurang.

4. Memiliki Luka atau Barang yang Rusak

Memar, goresan, pakaian robek, atau perlengkapan sekolah yang hilang maupun rusak tanpa penjelasan yang jelas dapat menjadi tanda adanya perundungan.

5. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Anak menjadi lebih pendiam, enggan bermain dengan teman, atau kehilangan teman secara tiba-tiba karena merasa tidak aman.

6. Gangguan Tidur dan Keluhan Fisik

Korban bullying dapat mengalami mimpi buruk, sulit tidur, sakit kepala, sakit perut, atau keluhan fisik lainnya yang tidak disebabkan oleh penyakit tertentu.

7. Perubahan Perilaku di Dunia Digital

Pada kasus cyberbullying, anak mungkin terlihat sedih setelah menggunakan telepon genggam, menjadi sangat tertutup mengenai aktivitas onlinenya, atau menghindari media sosial.

Cara Orang Tua dan Guru Membantu

Apabila menemukan tanda-tanda tersebut, orang tua dan guru sebaiknya:

Mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi.

Memberikan dukungan emosional dan meyakinkan bahwa anak tidak sendirian.

Berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk mencari solusi bersama.

Memantau kondisi emosional anak dan meminta bantuan psikolog atau konselor jika diperlukan.

Mengenali tanda-tanda bullying sejak dini sangat penting agar anak segera mendapatkan perlindungan dan dukungan yang dibutuhkan. Peran orang tua, guru, dan lingkungan sekolah sangat menentukan dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan sehingga anak dapat tumbuh dan belajar dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....