KM Labobar Jalani Docking, Pelni Siapkan Alternatif Pelayaran Penumpang
- 29 Jul 2026 14:16 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - KM Labobar untuk sementara tidak melayani pelayaran setelah memasuki masa docking tahunan yang dimulai pada 23 Juli 2026 di PT Samudera Marine Indonesia, Cilegon. Sebelum menjalani pemeliharaan, kapal tersebut terakhir kali singgah di Kabupaten Fakfak pada 16 Juli 2026. Selama proses docking berlangsung, PT Pelni menyiapkan KM Sinabung sebagai alternatif transportasi laut bagi masyarakat Fakfak.
Kepala PT Pelni Cabang Fakfak, Agus Zuldi Hermawan, menjelaskan bahwa docking tahunan merupakan bagian dari pemeliharaan wajib yang dilakukan untuk memastikan kapal tetap memenuhi standar keselamatan pelayaran. Menurutnya, kegiatan tersebut mencakup inspeksi keselamatan berkala, perawatan rutin, hingga perbaikan komponen bawah air yang menjadi bagian penting dalam operasional kapal.
“Terhitung mulai 23 Juli 2026, KM Labobar menjalani docking tahunan di PT Samudera Marine Indonesia, Cilegon. Pemeliharaan ini meliputi inspeksi keselamatan berkala, perawatan rutin, serta perbaikan komponen bawah air agar kapal tetap dalam kondisi laik laut dan aman bagi seluruh penumpang,” ujar Agus Zuldi Hermawan.
Ia menambahkan, KM Labobar akan kembali melayani rute yang melewati Fakfak setelah seluruh tahapan docking selesai dan jadwal operasional resmi diterbitkan oleh Manajemen Pelni Pusat. Masyarakat diminta mengikuti informasi terbaru melalui kanal resmi Pelni agar memperoleh jadwal keberangkatan yang akurat.
Sebagai solusi sementara, PT Pelni mengoperasikan KM Sinabung yang dijadwalkan singgah di Pelabuhan Fakfak pada 9 Agustus 2026. Kapal tersebut melayani rute pulang pergi Surabaya–Makassar–Bau-Bau–Ambon–Banda–Tual–Dobo–Kaimana–Fakfak sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat selama KM Labobar tidak beroperasi.
Selain menginformasikan layanan kapal pengganti, Pelni juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket hanya melalui kanal resmi. Tiket dapat diperoleh melalui aplikasi PELNI Mobile, situs resmi Pelni, Contact Center 162, loket cabang, layanan perbankan digital seperti BCA Mobile, Sukha by Livin Mandiri, BRImo, BNI Agen46, OVO, maupun jaringan ritel seperti Indomaret, Alfamart, Alfamidi, OMI, serta sejumlah mitra agen perjalanan.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk membeli tiket hanya melalui saluran resmi yang telah bekerja sama dengan PT Pelni. Hindari pembelian melalui calo karena berpotensi menimbulkan kerugian dan penipuan. Pastikan pula tiket yang dimiliki telah terverifikasi dan sesuai dengan identitas penumpang,” tegas Agus.
Pelni juga mengingatkan calon penumpang untuk memeriksa keaslian tiket dengan memasukkan kode pemesanan pada fitur cek pemesanan di situs resmi Pelni. Selain itu, nama yang tertera pada tiket harus sesuai dengan identitas asli seperti KTP, SIM, atau paspor. Apabila data tiket tidak sesuai dengan identitas penumpang, petugas berhak menolak proses keberangkatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....