Ketua FKUB Fakfak Minta Pemerintah Prioritaskan Akses Pelayaran Bagi Warga
- 24 Jul 2026 07:20 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Krisis transportasi laut yang masih dihadapi masyarakat Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kembali menjadi perhatian publik. Tokoh Adat sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Fakfak, Ali Hindom, mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera memulihkan konektivitas pelayaran lintas Papua guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
Ali Hindom menilai, hingga kini masyarakat Fakfak masih mengalami kesulitan mengakses transportasi laut menuju sejumlah kota penting di Tanah Papua. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada aktivitas pendidikan, pelayanan pemerintahan, kesehatan, hingga perekonomian warga yang bergantung pada jalur laut.
Ia mengusulkan agar pemerintah mengaktifkan kembali rute pelayaran yang menghubungkan Fakfak dengan Sorong, Manokwari, Biak, hingga Jayapura. Jalur tersebut dinilai sebagai lintasan strategis yang selama ini menjadi penghubung utama masyarakat di wilayah Papua.
"Kota Manokwari adalah ibu kota Papua Barat, sementara Jayapura merupakan kota studi. Kebutuhan masyarakat untuk bepergian ke dua kota ini sangat mendesak," ujar Ali Hindom.
Selain itu, Ali menegaskan karakter geografis Fakfak sebagai daerah pesisir menjadikan transportasi laut sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, menurutnya pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada pengembangan akses transportasi udara, tetapi juga harus memastikan layanan kapal laut tersedia secara memadai dan terjangkau.
"Kami anak pesisir, pelayaran laut adalah kebutuhan utama. Jangan paksa masyarakat semua naik pesawat, tidak semua mampu," tegasnya.
Ali Hindom juga meminta PT Pelni bersama pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan pelayanan pelayaran di wilayah Papua. Ia berharap kapal Pelni dengan rute Fakfak menuju Manokwari dan Jayapura dapat kembali beroperasi secara reguler sehingga masyarakat tidak lagi harus transit di Sorong yang menyebabkan waktu tempuh lebih panjang serta biaya perjalanan semakin tinggi. Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 90 ribu penduduk Kabupaten Fakfak masih merasakan dampak keterbatasan akses transportasi laut dalam beberapa tahun terakhir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....