Hari Anak Nasional, Dokter Tekankan Pencegahan Kekerasan
- 23 Jul 2026 13:44 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk kekerasan. Hal ini disampaikan dr. Diah Ayu Pitaloka, M.Ked.Klin., Sp.A, dalam dialog “Fakfak Menyapa” di Pro 1 RRI Fakfak.
dr. Diah menjelaskan, perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah. Anak yang terlindungi adalah mereka yang dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dicintai, dihargai, dan didengarkan.
“Anak yang terlindungi adalah anak yang dapat tumbuh dan berkembang dalam keadaan aman, sehat, dicintai, dihargai, dan didengarkan. Perlindungan anak bukan hanya tugas orang tua,” jelasnya.
Ia mengingatkan orang tua untuk mengajarkan anak mengenali bagian tubuh pribadi dan memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk mengatakan “tidak” terhadap sentuhan yang membuatnya tidak nyaman. Anak juga perlu mengetahui kepada siapa harus bercerita dan meminta pertolongan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Menurut dr. Diah, pengawasan juga perlu dilakukan ketika anak bermain di luar rumah. Orang tua harus mengetahui anak bermain di mana, bersama siapa, dan kapan harus pulang. Namun, pengawasan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan usia anak agar tidak menghambat kemandirian dan kemampuan bersosialisasi.
Ia juga meminta masyarakat tidak mengabaikan apabila mengetahui atau mencurigai adanya kekerasan terhadap anak. Informasi terkait korban tidak seharusnya disebarluaskan ke media sosial karena dapat mengganggu privasi dan proses pemulihan anak.
“Jangan mengabaikannya dan jangan menyebarkan identitas, foto, atau cerita anak ke media sosial. Prioritaskan keselamatan anak” tegasnya.
dr. Diah menambahkan, ketika anak berani bercerita tentang pengalaman yang membuatnya takut atau tidak nyaman, orang dewasa perlu mendengarkan tanpa menghakimi. Menurutnya, anak membutuhkan keyakinan bahwa ketika sesuatu terjadi, ada orang dewasa yang akan percaya, melindungi, dan membantu mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....