Krisis Kapal Reguler Hambat Mobilitas Warga Fakfak
- 21 Jul 2026 14:17 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Krisis transportasi laut dari Kabupaten Fakfak menuju Kota Jayapura, Provinsi Papua, dan Kota Manokwari, Papua Barat, hingga kini masih menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Keterbatasan armada kapal reguler membuat warga yang hendak bepergian ke dua kota tersebut harus mengandalkan kapal perintis dengan jadwal pelayaran yang terbatas.
Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama bagi pelajar, mahasiswa, pasien, hingga warga yang memiliki keperluan penting di Manokwari maupun Jayapura. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, biaya dan keterbatasan akses transportasi menjadi beban tambahan bagi warga Fakfak.
Salah seorang warga Fakfak, Akim, meminta pemerintah dan DPRK Fakfak memberikan perhatian serius terhadap persoalan transportasi laut yang telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, masyarakat membutuhkan solusi nyata agar akses menuju wilayah lain di Tanah Papua kembali terbuka.
"Kami harap ada kebijakan, karena di kabupaten ini sudah sangat sulit. Terlebih bagi saudara-saudara yang perlu tes atau berkuliah di Manokwari dan Jayapura," ujar Akim.
Akim mengatakan, masyarakat juga membutuhkan kejelasan mengenai langkah pemerintah dalam menghadirkan layanan transportasi laut yang lebih memadai. Ia berharap pemerintah dapat memperjuangkan kembali keberadaan kapal Pelni reguler yang melayani rute Fakfak menuju Manokwari dan Jayapura sebagai bentuk pemerataan pelayanan transportasi di wilayah Papua.
"Kalau memang penumpang tidak cukup banyak atau dari sisi bisnis tidak menguntungkan, kami harap ada kebijakan untuk permintaan rute kapal reguler ke daerah tersebut," katanya.
Menurut Akim, keberadaan kapal perintis seharusnya hanya menjadi alternatif ketika kapal reguler tidak beroperasi, bukan menjadi satu-satunya pilihan masyarakat. Selain memiliki kapasitas yang lebih kecil, kapal perintis juga dinilai kurang ideal digunakan sebagai moda transportasi utama, terutama saat kondisi cuaca di perairan Papua tidak bersahabat.
Ia menambahkan, masyarakat Fakfak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar akses transportasi laut menuju Manokwari dan Jayapura kembali normal. Menurutnya, transportasi udara juga belum sepenuhnya menjadi solusi karena keterbatasan jadwal penerbangan, jarak menuju bandara, serta harga tiket yang belum terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. "Kapal perintis memang ada, tapi sebaiknya hanya cadangan. Harus ada Kapal Pelni reguler yang melayani rute langsung Fakfak–Manokwari–Jayapura. Bandara juga jauh, pesawat tidak lancar, dan belum tentu semua orang punya uang untuk berangkat dengan pesawat," tutup Akim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....