Tangisan Perdana di Mobil Patroli

  • 12 Jul 2026 19:46 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Merauke : Suara jeritan memecah kesunyian pagi di sebuah rumah sederhana di Jalan Johar, Kelapa Lima, Kabupaten Merauke, pada Selasa (30/6/2026).

Jeritan itu bukan karena pertengkaran ataupun musibah, melainkan suara seorang perempuan muda yang tengah berjuang melahirkan buah hati yang telah sembilan bulan dikandungnya.

Damiana Konko Katmo (23) menggenggam erat tepi tempat tidurnya.

Kontraksi datang bergelombang dan semakin lama semakin kuat.

Napasnya memburu, sementara butiran keringat membasahi wajahnya meski udara pagi masih terasa dingin.

Di sampingnya, sang ayah, Yulianus Katmo (51), terus berusaha menenangkan putrinya.

Meski berusaha tampak tegar, kepanikan jelas tergambar di wajahnya.

Ia menggenggam tangan Damiana sambil terus memberi semangat.

"Nak, tahan sedikit lagi. Bapak akan cari bantuan. Kita pasti sampai ke rumah sakit," ucap Yulianus dengan suara bergetar.

Damiana hanya mengangguk pelan.

Di sela-sela rasa sakit yang terus datang, ia berbisik lirih kepada ayahnya.

"Pa, sa sudah tidak kuat. Sakit sekali. Jangan kasih tinggal saya," katanya sambil menahan tangis.

Ucapan itu membuat Yulianus sadar bahwa waktu tidak lagi berpihak kepada putrinya.

Tanpa berpikir panjang, ia berlari menuju Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Merauke Kota untuk meminta pertolongan.

Sekitar pukul 05.30 WIT, Yulianus tiba di SPKT Polsek Merauke Kota dengan napas tersengal-sengal.

Di ruang pelayanan, ia bertemu petugas piket SPKT, IPTU Abdul Majid.

Dengan suara terbata-bata karena panik, Yulianus langsung memohon bantuan.

"Pak Polisi, tolong bantu saya. Anak saya sudah mau melahirkan. Kita tidak punya kendaraan. Tolong bantu anak saya," ucapnya penuh harap.

Mendengar laporan tersebut, IPTU Abdul Majid segera mengambil tindakan.

Ia menyiapkan mobil patroli Kijang Polsek Merauke Kota, lalu bersama personel piket SPKT bergegas menuju rumah Damiana.

Sesampainya di lokasi, IPTU Abdul Majid bersama personel membantu Damiana keluar dari rumah dan menaikkannya ke dalam mobil patroli untuk dibawa ke rumah sakit.

Wajah Damiana tampak semakin pucat.

Setiap kontraksi membuat tubuhnya gemetar.

Ia terus menggenggam erat tangan ayahnya.

"Pa, sa takut tidak sempat sampai rumah sakit," ucap Damiana lirih.

Yulianus terus menenangkan putrinya.

"Ko jangan takut. Polisi sudah datang bantu. Ko pasti selamat. Bapak ada di sini," katanya sambil menggenggam tangan Damiana tanpa melepaskannya.

Mendengar Damiana terus mengerang kesakitan, IPTU Abdul Majid berusaha menenangkan ibu muda tersebut.

"Ibu tetap tenang ya. Tarik napas pelan-pelan. Kami akan bawa ibu secepatnya ke rumah sakit. Kita semua ada di sini untuk membantu. Semoga ibu dan bayinya selamat," ujar IPTU Abdul Majid.

Kepada Yulianus, ia juga meminta agar terus mendampingi putrinya selama perjalanan.

"Bapak tetap dampingi anaknya. Kami akan berusaha membawa ibu ke rumah sakit dengan aman. Tetap tenang, kami akan lakukan yang terbaik," kata IPTU Abdul Majid.

Setelah memastikan Damiana dalam kondisi siap dievakuasi, IPTU Abdul Majid segera mengemudikan mobil patroli menuju rumah sakit, sementara personel lainnya mendampingi Damiana dan Yulianus selama perjalanan.

Di dalam mobil, suasana begitu hening.

Hanya terdengar suara mesin kendaraan, napas Damiana yang semakin berat, serta sesekali jeritannya ketika kontraksi kembali datang.

Bagi Yulianus, perjalanan itu terasa begitu panjang.

Ia hanya bisa berdoa agar putrinya dan bayi yang dikandungnya selamat.

Sementara itu, IPTU Abdul Majid tetap memacu kendaraan dengan hati-hati agar Damiana segera mendapatkan pertolongan medis tanpa mengabaikan keselamatan di jalan.

Namun, saat mobil patroli memasuki area rumah sakit, kontraksi Damiana semakin kuat.

Ia tidak lagi mampu menahan proses persalinan.

"Pa, sa tidak kuat lagi. Sa perut sudah sakit sekali," ucapnya sambil menahan tangis.

Beberapa detik kemudian, perjuangan panjang Damiana berakhir.

Tangisan pertama bayinya pecah dari atas mobil patroli Polsek Merauke Kota.

Suasana yang semula dipenuhi kepanikan seketika berubah menjadi haru.

IPTU Abdul Majid bersama personel segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan rumah sakit untuk memberikan penanganan kepada ibu dan bayi yang baru lahir.

Yulianus tak mampu membendung air mata.

Sambil menatap cucunya yang baru lahir, ia mengucap syukur.

"Puji Tuhan, cucu saya selamat. Terima kasih Tuhan. Terima kasih bapak-bapak polisi yang sudah bantu kami. Kalau tidak ada bantuan secepat ini, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada anak saya dan cucu saya," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Damiana Konko Katmo ketika melahirkan di atas mobil patroli Polsek Merauke Kota. (Foto RRI)

Personel Polsek Merauke Kota bersama tenaga kesehatan kemudian memastikan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan aman.

Setelah mendapatkan penanganan awal, keduanya dipindahkan ke ruang perawatan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Setelah kondisinya membaik, Damiana mengaku masih sulit mempercayai pengalaman yang baru saja dialaminya.

"Sa tidak pernah bayangkan akan melahirkan di mobil patroli polisi. Syukur kepada Tuhan, saya dan bayi saya bisa selamat. Terima kasih untuk bapak-bapak polisi yang sudah bantu kami," ujarnya.

Bagi Yulianus, pagi itu menjadi pengalaman yang tak akan pernah dilupakan.

Saat melihat putrinya menahan rasa sakit tanpa memiliki kendaraan menuju rumah sakit, ia hanya berharap ada seseorang yang datang menolong.

Harapan itu akhirnya terjawab ketika IPTU Abdul Majid bersama personel Polsek Merauke Kota datang memberikan bantuan.

"Pagi itu sa panik sekali. Sa hanya pikir bagaimana selamatkan anak saya. Waktu polisi datang, sa rasa masih ada harapan. Bantuan itu akan selalu kita ingat," katanya.

Tangisan bayi yang lahir di atas mobil patroli pagi itu menjadi pengalaman yang membekas, bukan hanya bagi keluarga Damiana, tetapi juga bagi personel Polsek Merauke Kota yang terlibat dalam proses penyelamatan.

Kapolsek Merauke Kota AKP Susanto Bakri, SH mengatakan, tindakan cepat anggotanya merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat kemanusiaan.

“Respons cepat anggota di lapangan merupakan wujud pengabdian kami untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," ujarnya.

Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga hadir memberikan pertolongan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Bagi Damiana dan Yulianus, pagi itu akan selalu dikenang sepanjang hidup mereka.

Takdir membawa Damiana melahirkan bukan di ruang bersalin, melainkan di atas mobil patroli Polsek Merauke Kota.

Di tengah kepanikan yang sempat menyelimuti keluarga, ibu dan bayinya akhirnya selamat, satu hari menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Di balik sirene dan mobil patroli yang melaju pagi itu, hadir kepedulian yang menyelamatkan seorang ibu dan bayinya.

Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa semangat "Polri untuk Masyarakat" benar-benar hidup dalam tindakan nyata.

Pagi yang bermula dengan rasa takut itu akhirnya berubah menjadi awal kebahagiaan, ketika seorang ibu mendekap erat bayi yang baru saja dilahirkannya di atas mobil patroli. (apriyantini)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....