Gerakan Fakfak Bersih Kotaku Dukung Perkebunan Hijau dan Berkelanjutan

  • 11 Jul 2026 20:35 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak meluncurkan kampanye lingkungan bertajuk "Jangan Wariskan Sampah Plastik, Wariskan Kebun yang Bersih dan Lestari" sebagai bagian dari Gerakan "Fakfak Bersih Kotaku", yang mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui program Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat).

Gerakan ini menjadi upaya membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mendorong terciptanya kawasan perkebunan yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.

Sebagai langkah awal, Dinas Perkebunan memasang keranjang sampah di area halte kendaraan lingkungan kantor pada Rabu (8/7), bertepatan dengan Hari Alergi Sedunia. Keranjang sampah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah plastik, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat.

Pesan yang tertera pada keranjang sampah berbunyi, "Jangan Wariskan Sampah Plastik, Wariskan Kebun yang Bersih dan Lestari." Melalui pesan tersebut, masyarakat diajak untuk tidak mewariskan pencemaran lingkungan kepada generasi mendatang, melainkan mewariskan kebun yang bersih, tanah yang subur, air yang terjaga, serta lingkungan yang lestari.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT, mengatakan gerakan tersebut lahir dari kepedulian terhadap masih banyaknya sampah plastik yang dibuang sembarangan di sekitar jalan, halte, kawasan perkebunan, dan fasilitas umum.

"Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari tindakan sederhana, yaitu membuang sampah pada tempatnya. Karena itu kami berinisiatif membuat dan memasang keranjang sampah di dekat halte kendaraan agar masyarakat memiliki tempat yang mudah dijangkau untuk membuang sampah," ujarnya.

Menurut Widhi, sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah, menyumbat saluran air, merusak ekosistem perkebunan, hingga menurunkan kualitas lingkungan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Fakfak.

Ia menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan merupakan investasi jangka panjang untuk mempertahankan produktivitas perkebunan, meningkatkan kualitas hasil panen, serta menjaga kesehatan masyarakat.

"Kita tidak boleh mewariskan persoalan lingkungan kepada generasi mendatang. Yang harus kita tinggalkan adalah kebun yang bersih, tanah yang subur, air yang jernih, dan lingkungan yang sehat sehingga terus memberikan manfaat bagi masyarakat Fakfak," katanya.

Selain menjadi sarana edukasi, keranjang sampah tersebut juga dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan Bank Sampah Plastik. Sampah yang terkumpul nantinya akan dipilah dan didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat melalui penerapan ekonomi sirkular.

Widhi berharap model keranjang sampah yang sederhana dan mudah dibuat itu dapat diadopsi oleh seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, sekolah, kampung, rumah ibadah, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.

"Semakin banyak keranjang sampah tersedia di ruang publik, maka semakin mudah masyarakat menjaga kebersihan. Kami berharap gerakan ini tumbuh menjadi budaya bersama sehingga Fakfak semakin bersih, hijau, dan lestari," ungkapnya.

Melalui semangat Fakfak Membara, Dinas Perkebunan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya hidup, dimulai dari langkah sederhana membuang sampah pada tempatnya.

Gerakan "Fakfak Bersih Kotaku" diharapkan mampu memperkuat citra Kabupaten Fakfak sebagai daerah yang bersih, hijau, ramah lingkungan, serta mendukung kemajuan sektor perkebunan, pariwisata, investasi, dan kesehatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....