Waspadai Kebiasaan Memanaskan Makanan Bersantan Berulang Kali

  • 09 Jul 2026 17:35 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Makanan bersantan seperti gulai, opor, rendang, lodeh, dan kari menjadi hidangan favorit banyak masyarakat Indonesia. Namun, kebiasaan memanaskan makanan bersantan secara berulang kali masih sering dilakukan agar makanan tetap hangat dan dapat dikonsumsi dalam beberapa hari. Padahal, para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko penurunan kualitas makanan dan, jika penyimpanannya tidak tepat, berpotensi membahayakan kesehatan.

Dilansir dari beberapa sumber, salah satunya KlikDokter. Santan mengandung lemak, air, dan nutrisi yang dapat menjadi media pertumbuhan mikroorganisme apabila makanan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Memanaskan makanan memang dapat membunuh sebagian besar bakteri penyebab penyakit, tetapi jika makanan berulang kali didinginkan, dibiarkan pada suhu ruang, lalu dipanaskan kembali, bakteri dapat berkembang di antara proses tersebut. Beberapa bakteri juga dapat menghasilkan racun yang tidak selalu hilang meski makanan dipanaskan kembali.

Selain meningkatkan risiko kontaminasi mikroba akibat penanganan yang kurang tepat, proses pemanasan berulang juga dapat menurunkan kualitas gizi makanan. Beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin B dan vitamin C pada bahan makanan yang digunakan dalam masakan, dapat berkurang seiring proses pemanasan berulang. Akibatnya, nilai gizi hidangan menjadi tidak sebaik saat pertama kali dimasak.

Dari sisi cita rasa, makanan bersantan yang dipanaskan berkali-kali juga cenderung mengalami perubahan tekstur dan aroma. Santan dapat menjadi lebih pecah, sementara bumbu kehilangan kesegaran sehingga rasa makanan tidak lagi optimal.

Untuk menjaga keamanan pangan, para ahli menyarankan agar makanan bersantan yang tidak langsung dikonsumsi segera didinginkan dan disimpan di dalam lemari es dalam waktu maksimal sekitar dua jam setelah matang (lebih cepat jika suhu lingkungan sangat panas). Saat akan dimakan kembali, panaskan hanya porsi yang diperlukan hingga benar-benar panas merata, bukan seluruh isi wadah jika tidak akan dihabiskan.

Masyarakat juga dianjurkan menghindari memanaskan makanan yang sama berkali-kali. Apabila makanan sudah beberapa kali dipanaskan atau menunjukkan tanda-tanda perubahan seperti aroma asam, warna berubah, berlendir, atau muncul jamur, sebaiknya makanan tersebut tidak lagi dikonsumsi.

Selain cara penyimpanan, kebersihan peralatan memasak dan wadah penyimpanan juga berperan penting dalam menjaga kualitas makanan. Menggunakan wadah yang bersih dan kedap udara dapat membantu memperlambat pertumbuhan mikroorganisme selama penyimpanan di lemari es.

Para pakar kesehatan menegaskan bahwa bukan santannya yang secara otomatis menjadi berbahaya ketika dipanaskan kembali, melainkan cara penyimpanan dan frekuensi pemanasan yang dapat meningkatkan risiko kerusakan makanan. Dengan menerapkan prinsip keamanan pangan yang baik, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan bersantan tanpa mengabaikan aspek kesehatan.

Menyimpan makanan dengan benar, membagi makanan ke dalam porsi yang sesuai, serta memanaskan secukupnya menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kualitas, cita rasa, dan keamanan makanan bagi seluruh anggota keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....