Musim Hujan Tiba: Deretan Hewan yang Sering Muncul dan Alasannya

  • 09 Jul 2026 17:34 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Datangnya musim hujan tidak hanya membawa udara yang lebih sejuk dan meningkatkan ketersediaan air, tetapi juga membuat sejumlah hewan lebih sering terlihat di sekitar lingkungan permukiman. Kondisi yang lembap serta meningkatnya genangan air menjadi habitat yang ideal bagi berbagai jenis hewan untuk mencari makan, berkembang biak, maupun berpindah tempat.

Dilansir dari beberapa sumber, salah satunya Tempo.co. Salah satu hewan yang paling sering muncul saat musim hujan adalah katak. Hewan amfibi ini lebih aktif ketika curah hujan meningkat karena membutuhkan lingkungan yang lembap untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Suara katak yang bersahutan pada malam hari menjadi salah satu ciri khas musim penghujan di banyak daerah.

Selain katak, nyamuk juga mengalami peningkatan populasi selama musim hujan. Genangan air yang terbentuk di pot bunga, ban bekas, talang air, maupun wadah terbuka menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur. Karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin menguras dan menutup tempat penampungan air guna mengurangi risiko penyebaran penyakit seperti demam berdarah.

Cacing tanah juga lebih sering terlihat di permukaan setelah hujan turun. Kondisi tanah yang jenuh air membuat kadar oksigen di dalam tanah berkurang, sehingga cacing naik ke permukaan untuk bernapas dan berpindah ke area yang lebih sesuai.

Sementara itu, siput dan bekicot menjadi lebih aktif ketika cuaca lembap. Hewan ini biasanya keluar pada malam hari atau setelah hujan untuk mencari makanan. Mereka kerap ditemukan di kebun, pekarangan rumah, hingga tanaman hias.

Musim hujan juga membuat semut lebih sering memasuki rumah. Saat sarang mereka tergenang air atau terlalu lembap, semut akan mencari tempat yang lebih kering sekaligus sumber makanan. Kondisi ini menyebabkan semut sering terlihat di dapur maupun area penyimpanan makanan.

Tak hanya itu, ular juga berpotensi lebih sering muncul selama musim penghujan, terutama di daerah yang berdekatan dengan persawahan, kebun, atau hutan. Hujan deras dan banjir dapat mengganggu habitat alami ular sehingga hewan tersebut berpindah ke tempat yang lebih aman, termasuk area permukiman. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mencoba menangani ular secara langsung apabila menemukannya.

Di beberapa wilayah, kelabang dan kalajengking juga dapat muncul dari tempat persembunyiannya akibat kondisi yang terlalu basah. Hewan-hewan tersebut umumnya mencari lokasi yang lebih kering, termasuk masuk ke dalam rumah melalui celah-celah kecil.

Para ahli lingkungan menjelaskan bahwa kemunculan berbagai hewan saat musim hujan merupakan bagian dari proses alami ekosistem. Namun, masyarakat tetap perlu menjaga kebersihan lingkungan, menutup tempat penampungan air, memangkas semak yang terlalu rimbun, serta membersihkan saluran drainase agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya hewan pembawa penyakit.

Dengan memahami penyebab meningkatnya aktivitas satwa pada musim penghujan, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat. Menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan menjadi cara sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko gangguan dari hewan-hewan yang sering muncul saat hujan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....