Bank Sampah Fakfak Hijau Targetkan 500 Nasabah dan 1.000 Celengan Sampah
- 02 Jul 2026 16:49 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pengelola Bank Sampah Fakfak Hijau, Ris Fandi Yanto, mengatakan proses pengiriman sampah hasil pengelolaan tidak memiliki jadwal tetap karena sangat bergantung pada volume sampah yang berhasil dikumpulkan dari masyarakat. Menurutnya, semakin aktif masyarakat menyetorkan sampah, semakin cepat pula proses pengelolaan hingga pengiriman dapat dilakukan.
Ris Fandi menjelaskan, apabila masyarakat rutin melakukan penyetoran sampah ke Bank Sampah Fakfak Hijau, maka dalam kurun waktu satu hingga dua bulan pihaknya sudah dapat mengirimkan satu kontainer sampah yang telah dipilah dan siap didistribusikan ke mitra pengolah.
Namun, ia mengungkapkan bahwa pengiriman sempat mengalami keterlambatan lebih dari satu bulan akibat adanya kegiatan di Pulau Bonyum. Meski demikian, kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan tidak mengubah target operasional yang telah ditetapkan. "Kalau masyarakat rajin store, kita untuk kelolaannya juga cepat, itu biasanya 1-2 bulan kita bisa sudah kirim. Tapi kemarin karena ada kegiatan di Pulau Bonyom, jadi agak tertunda sekitar satu bulan lebih," ujar Ris Fandi.
Untuk memperluas jangkauan program, Bank Sampah Fakfak Hijau menargetkan peningkatan jumlah nasabah sepanjang tahun ini. Dari jumlah yang saat ini telah mencapai 105 nasabah, pihaknya menargetkan dapat menjangkau hingga 500 nasabah sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Selain itu, Bank Sampah Fakfak Hijau juga terus memproduksi celengan sampah sebagai sarana pemilahan sampah dari rumah tangga. Saat ini sekitar 200 unit celengan sampah telah diproduksi, dan ditargetkan sebanyak 1.000 unit dapat disebarkan kepada masyarakat hingga akhir tahun. "Target kita tahun ini harus bisa di 500 nasabah, dan celengan sampah yang saat ini kita produksi sekitar 200 unit. Target kita tahun ini bisa menyebarkan sekitar 1.000 unit," katanya.
Ris Fandi mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, sampah yang telah dipisahkan berdasarkan jenis memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sampah yang masih tercampur, sehingga memberikan keuntungan lebih bagi nasabah bank sampah.
Ia menjelaskan bahwa sampah plastik memiliki berbagai jenis sehingga tidak dapat dicampur dalam proses pengelolaan. Botol plastik harus dipisahkan dari tutup botol, sementara label kemasan termasuk kategori residu yang belum dapat dikelola oleh Bank Sampah Fakfak Hijau. "Botol dengan penutupnya harus sendiri, labelnya juga sendiri karena itu masuk residu. Nanti residunya dibuang ke TPA dan ke depan akan dikelola oleh pihak PU," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....