Penamaan Kelereng yang Jarang Diketahui di Berbagai Daerah Indonesia
- 30 Jun 2026 16:12 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kelereng merupakan salah satu permainan tradisional yang telah dimainkan oleh anak-anak Indonesia sejak lama. Menariknya, benda kecil berbentuk bulat ini ternyata memiliki banyak nama yang berbeda di setiap daerah. Perbedaan penamaan tersebut dipengaruhi oleh bahasa daerah, budaya setempat, dan kebiasaan masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dilansir dari berbagai sumber diantaranya Chatarina Febriyanti dkk
Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah. Tidak mengherankan jika satu jenis permainan memiliki nama yang berbeda-beda di setiap wilayah. Meskipun penyebutannya beragam, bentuk dan cara bermain kelereng pada dasarnya tetap sama, yaitu menggunakan bola kecil yang terbuat dari kaca, tanah liat, atau batu.
Berikut beberapa nama kelereng yang digunakan di berbagai daerah:
Kelereng – Sebutan yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia.
Gundu – Banyak digunakan di berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Guli – Populer di beberapa daerah di Sumatra dan Kalimantan.
Keneker – Digunakan oleh sebagian masyarakat di Jawa Tengah dan sekitarnya.
| Baca juga: Fakta Menarik tentang Kemiri |
Neker – Sebutan yang dikenal di beberapa wilayah Jawa.
Kelici (Kaleci) – Nama kelereng dalam bahasa Sunda.
Kleker – Digunakan oleh masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan.
Ekar – Sebutan yang dikenal di wilayah Palembang dan sekitarnya.
| Baca juga: Fakta Unik Lidah pada Hewan Buaya |
Perbedaan nama tersebut menunjukkan kekayaan budaya Indonesia. Walaupun istilahnya berbeda, anak-anak dari berbagai daerah tetap menikmati permainan yang sama.
Fakta Menarik tentang Nama "Kelereng"
Tahukah Anda bahwa kata kelereng awalnya juga merujuk pada biji buah lerak? Dalam perkembangan bahasa Indonesia, istilah tersebut kemudian digunakan untuk menyebut bola kecil dari kaca, tanah liat, atau batu yang dipakai sebagai alat permainan anak-anak. Seiring waktu, nama "kelereng" menjadi istilah baku dalam bahasa Indonesia.
Walaupun setiap daerah memiliki nama yang berbeda, aturan dasar permainan kelereng hampir sama. Para pemain berusaha mengenai atau mengeluarkan kelereng lawan dari lingkaran menggunakan teknik membidik dengan jari. Kesamaan cara bermain ini menunjukkan bahwa permainan tradisional mampu menyatukan berbagai budaya di Indonesia.
Penamaan kelereng yang beragam merupakan bukti kekayaan bahasa dan budaya Nusantara. Sebutan seperti gundu, guli, keneker, neker, kelici, kleker, hingga ekar memperlihatkan bagaimana satu permainan dapat dikenal dengan berbagai istilah tanpa mengubah makna dan keseruannya. Mengenal berbagai nama tersebut juga menjadi salah satu cara untuk melestarikan budaya dan permainan tradisional Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....