Celengan Sampah Fakfak Hijau Bangun Budaya Pilah Sampah
- 13 Jun 2026 16:34 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Masyarakat di Kabupaten Fakfak semakin banyak mengadopsi "celengan sampah" yang diproduksi oleh Bank Sampah Fakfak Hijau. Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa kesadaran serta antusiasme warga untuk mulai mengelola sampah dari rumah tangga terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin masifnya edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Pengelola Bank Sampah Fakfak Hijau, Ris Fandi Yanto, mengatakan bahwa program celengan sampah bukan sekadar menyediakan wadah untuk menampung sampah rumah tangga. Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan upaya membangun sebuah sistem sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Bagi kami, ini bukan sekadar menjual tempat sampah. Yang sedang kami bangun adalah sebuah sistem yang memudahkan masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya, yaitu dari rumah masing-masing. Karena pengelolaan sampah yang baik selalu dimulai dari kebiasaan yang baik," ujar Ris Fandi Yanto.
Ia menjelaskan, perubahan pola pikir masyarakat menjadi faktor penting dalam menyelesaikan persoalan sampah. Ketika masyarakat telah memahami pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya, maka proses pengelolaan dan pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Menurut Ris, apabila pemahaman mengenai pemilahan sampah telah terbentuk dan didukung dengan sistem yang tepat, maka pekerjaan pemerintah daerah dalam menangani persoalan persampahan akan menjadi jauh lebih mudah, efisien, serta berkelanjutan. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
"Jika pemahaman tentang pilah sampah sudah terbentuk di masyarakat dan didukung dengan sistem yang tepat, maka pekerjaan pemerintah daerah dalam menangani permasalahan sampah akan menjadi jauh lebih mudah, efektif, dan berkelanjutan," katanya.
Ia menambahkan, perubahan besar tidak selalu harus diawali dengan langkah-langkah besar. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menyediakan satu celengan sampah di setiap rumah dapat menjadi awal lahirnya budaya baru yang lebih peduli terhadap lingkungan.
"Kami tidak sedang membagikan tempat sampah, kami sedang menanamkan budaya baru. Budaya memilah, budaya peduli, dan budaya bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan sendiri. Mari terus bergerak bersama menuju Fakfak yang lebih bersih, sehat, dan hijau," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....