Stop Cek Lapor Jadi Benteng Hadapi Penipuan Catut Bea Cukai

  • 10 Jun 2026 08:56 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Kampanye “Stop–Cek–Lapor” menjadi salah satu upaya Bea Cukai dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah. Pesan tersebut disampaikan petugas KPPBC TMP C Fakfak, Ahmad Fuadi, dalam program Dialog Interaktif RRI Fakfak bertajuk “Edukasi Pencegahan Penipuan yang Mengatasnamakan Bea Cukai”, Selasa 9 Juni 2026.

Fuadi menjelaskan, kampanye tersebut dirancang untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menerima informasi mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan permintaan transfer uang atau klaim paket tertahan di Bea Cukai.

“Stop–Cek–Lapor merupakan langkah edukasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menerima informasi yang mencurigakan,” ujarnya.

Menurut Fuadi, prinsip pertama adalah Stop, yakni menghentikan terlebih dahulu tindakan yang akan dilakukan, khususnya ketika ada permintaan pembayaran atau transfer dana. Langkah ini penting agar masyarakat memiliki waktu untuk berpikir dan tidak terjebak dalam tekanan yang dibuat pelaku.

Tahap berikutnya adalah Cek, yaitu melakukan verifikasi kebenaran informasi melalui kanal resmi Bea Cukai. Verifikasi dapat dilakukan melalui situs resmi, media sosial resmi, maupun layanan Contact Center Bravo Bea Cukai.

Sementara itu, Lapor berarti menyampaikan dugaan penipuan kepada Bea Cukai agar dapat ditindaklanjuti sekaligus menjadi bahan edukasi bagi masyarakat yang lebih luas. Dengan adanya laporan, pola-pola penipuan yang sedang berkembang dapat segera diketahui dan diantisipasi.

“Semakin banyak masyarakat yang memahami dan menerapkan prinsip Stop–Cek–Lapor, semakin sulit bagi pelaku untuk menjalankan aksinya,” kata Fuadi.

Ia berharap masyarakat dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan informasi yang benar kepada keluarga, teman, dan masyarakat sekitar sehingga upaya pencegahan penipuan dapat dilakukan secara bersama-sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....