Perkuat Ekonomi Kampung, BUMDes Gewerpe Siapkan Sejumlah Unit Usaha Baru

  • 07 Jun 2026 06:09 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Setelah menunjukkan hasil positif melalui program ketahanan pangan berbasis pertanian, BUMDes Kampung Gewerpe kini menyiapkan sejumlah unit usaha baru sebagai langkah memperkuat perekonomian kampung dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Ketua BUMDes Kampung Gewerpe, Petrus Tawurutubun, mengatakan pengembangan sektor pertanian akan tetap menjadi program utama. Namun, untuk menjamin keberlanjutan usaha dan memperluas manfaat bagi masyarakat, BUMDes telah menyiapkan beberapa program strategis yang akan dijalankan dalam beberapa tahun ke depan.

Salah satu program unggulan yang akan segera dieksekusi adalah budidaya ayam petelur. Program tersebut dipilih setelah melihat tingginya kebutuhan telur di Fakfak yang selama ini masih banyak dipasok dari luar daerah.

“Sebelumnya kepengurusan BUMDes bergerak di sektor ayam potong, tetapi belum berhasil. Setelah saya menjadi ketua, saya melihat kandang yang masih ada bisa dimanfaatkan kembali dengan fokus pada ayam petelur. Selama ini kebutuhan telur masih banyak didatangkan dari luar sehingga ini menjadi peluang yang cukup menjanjikan,” ujar Petrus.

Menurutnya, lokasi Kampung Gewerpe yang relatif dekat dengan pusat Kota Fakfak menjadi salah satu keuntungan dalam pengembangan usaha ayam petelur. Selain memudahkan distribusi, akses pasar juga dinilai cukup terbuka.

Petrus mengungkapkan, pihaknya juga telah mempelajari keberhasilan sejumlah kampung lain yang lebih dulu mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. Pengalaman tersebut menjadi referensi penting sebelum program dijalankan.

Selain peternakan, BUMDes juga berencana membangun toko tani yang menyediakan berbagai kebutuhan pertanian seperti bibit dan sarana produksi dengan harga yang lebih stabil.

“Setiap kali dana desa cair, harga bibit biasanya ikut naik. Karena itu kami berencana membuka toko tani agar masyarakat bisa mendapatkan bibit dengan harga yang standar dan lebih terjangkau,” katanya.

Tidak hanya itu, BUMDes juga tengah menyiapkan pengembangan unit usaha jasa berupa fotokopi dan percetakan baliho yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi badan usaha kampung tersebut.

Ke depan, BUMDes juga melihat peluang pengembangan produk olahan pangan berbahan baku lokal. Salah satunya dengan membeli hasil panen umbi-umbian milik masyarakat, seperti keladi, untuk kemudian diolah menjadi keripik dan dipasarkan kembali.

“Potensi umbi-umbian di Kampung Gewerpe cukup besar. Rencananya BUMDes akan membeli hasil panen masyarakat, kemudian diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih luas,” jelas Petrus.

Ia menegaskan, seluruh program yang disiapkan bukan hanya bertujuan meningkatkan pendapatan BUMDes, tetapi juga menjadi solusi dalam mengurangi pengangguran dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat kampung.

“Amanat yang diberikan pemerintah kampung kepada kami adalah bagaimana BUMDes dapat mengembangkan berbagai program yang mampu membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Itu yang terus kami upayakan,” katanya.

Petrus berharap dukungan pemerintah daerah, dinas terkait, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat, terutama dalam membantu akses pemasaran hasil pertanian dan produk lokal agar roda ekonomi di Kampung Gewerpe semakin berkembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....