BUMDes Gewerpe Ajak Generasi Muda Lirik Peluang di Sektor Pertanian

  • 05 Jun 2026 11:56 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – BUMDes Kampung Gewerpe tidak hanya berupaya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong generasi muda untuk melihat sektor pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Ketua BUMDes Kampung Gewerpe, Petrus Tawurutubun, menilai masih banyak anak muda yang menganggap pekerjaan di sektor pertanian kurang menarik. Karena itu, ia berupaya memberikan contoh langsung melalui berbagai program yang dijalankan BUMDes.

“Saya sebagai anak muda mencoba menjalankan usaha ini dan menunjukkan hasilnya. Berkebun itu menyenangkan dan menguntungkan. Jangan gengsi atau malu untuk berkebun,” katanya saat dialog Indonesia Cerdas di Pro 1 RRI Fakfak.

Menurut Petrus, potensi keuntungan dari sektor pertanian cukup besar. Salah satu contohnya adalah budidaya buncis yang pernah menghasilkan keuntungan hingga sekitar Rp15 juta dalam satu periode panen.

“Pernah juga dua hari menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan buncis sangat tinggi. Dari pengalaman itu kami melihat bahwa pertanian bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah kampung juga mendukung keterlibatan generasi muda dengan menyediakan berbagai unit usaha yang dapat menyerap tenaga kerja lokal. Warga Kampung Gewerpe menjadi prioritas utama dalam setiap peluang kerja yang tersedia.

Antusiasme masyarakat terhadap program ketahanan pangan juga terus meningkat. Sejak BUMDes membuka lahan pertanian dan membagikan bibit secara gratis, banyak warga mulai tertarik untuk berkebun.

“Masyarakat sangat mendukung program ini. Sampai sekarang masih ada beberapa kelompok yang meminta bantuan bibit untuk mengembangkan kebun mereka,” kata Petrus.

Selain sayuran, Kampung Gewerpe juga memiliki potensi pengembangan komoditas umbi-umbian seperti keladi. Ke depan, BUMDes berencana membeli hasil panen warga untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.

“Rencananya umbi-umbian seperti keladi akan kami olah menjadi keripik. Jadi BUMDes membeli hasil panen masyarakat, kemudian diolah dan dipasarkan kembali,” jelasnya.

Petrus berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha di sektor pertanian karena selain mendukung ketahanan pangan, juga mampu membuka lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di kampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....