Lapas Fakfak Perkuat Pembinaan Kemandirian Melalui Program Ketahanan Pangan
- 04 Jun 2026 09:40 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Fakfak terus berupaya mendukung program ketahanan pangan nasional melalui berbagai kegiatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Meski menghadapi keterbatasan lahan, Lapas Fakfak tetap mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Fakfak, I Putu Suwarsa, mengatakan program pembinaan yang dijalankan saat ini dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi teknis terkait. Pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada sektor ketahanan pangan, tetapi juga mencakup bidang jasa dan keterampilan.
"Tujuan utama program ini adalah memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan agar mereka memiliki kemampuan dan pengalaman yang dapat digunakan sebagai mata pencaharian setelah bebas nanti," ujarnya dalam dialog Fakfak Siang Ini di Pro 1 RRI Fakfak.
Menurut Putu, ketahanan pangan menjadi salah satu fokus pembinaan karena sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong setiap lapas untuk mengembangkan lahan ketahanan pangan. Namun, kondisi Lapas Fakfak saat ini masih menghadapi keterbatasan lahan sehingga belum mampu menghasilkan produk pangan dalam skala besar.
Meski demikian, pihaknya terus mengoptimalkan lahan yang tersedia di lingkungan lapas, termasuk area sekitar kantor dan rumah dinas, untuk ditanami berbagai jenis tanaman yang memiliki masa panen relatif cepat seperti sawi, kangkung, jagung, dan sayuran lainnya.
"Kami memanfaatkan lahan sempit yang ada untuk ditanami sayur-sayuran. Hasilnya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di dalam lapas. Ke depan kami juga berupaya menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memanfaatkan lahan tidur yang belum digunakan," katanya.
Selain pelatihan di bidang ketahanan pangan, warga binaan juga dibekali berbagai keterampilan lain seperti pengelasan, pembuatan sofa, pembuatan suvenir, hingga bidang jasa seperti usaha pencucian dan salon.
"Tidak semua warga binaan memiliki minat yang sama, terutama generasi muda yang terkadang kurang tertarik pada sektor pertanian. Selain itu, keterbatasan lahan juga menjadi tantangan utama yang kami hadapi dalam mengembangkan program ketahanan pangan," jelasnya.
Ke depan, Lapas Fakfak menargetkan peningkatan pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri di lingkungan lapas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan melalui pembinaan yang berkelanjutan. Putu berharap masyarakat turut mendukung proses pembinaan tersebut dengan memberikan kesempatan kepada mantan warga binaan untuk kembali berkontribusi secara positif di lingkungan sosial maupun dunia kerja.
"Keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh petugas lapas dan warga binaan, tetapi juga dukungan masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat memberikan kesempatan kepada mereka untuk bekerja dan berusaha setelah kembali ke tengah kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....