Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bank Sampah Dorong Ekonomi Sirkular
- 04 Jun 2026 09:41 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak– Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Pengelola Bank Sampah Fakfak Hijau, Ris Fandi Yanto, dalam dialog Fakfak Menyapa yang membahas peran masyarakat dalam menjaga lingkungan menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Menurut Fandi, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa sebagian besar sampah sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali. Akibatnya, praktik membakar sampah maupun membuang sampah tanpa pemilahan masih sering ditemukan.
"Masalah sampah dampaknya sangat besar terhadap lingkungan. Karena itu pola pikir masyarakat harus berubah. Sampah bukan lagi barang yang tidak berguna, tetapi memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik," katanya.
Ia menjelaskan bahwa Bank Sampah Fakfak Hijau membantu masyarakat mengumpulkan dan menyalurkan berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai jual, seperti botol plastik, galon bekas, ember bekas, minyak jelantah, dan material daur ulang lainnya.
Menurut Fandi, langkah paling sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah dapur dapat diolah menjadi kompos atau eco enzyme, sedangkan sampah plastik dan material lainnya dapat disalurkan ke bank sampah.
"Kalau dipilah sejak awal, sampah tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga bisa menjadi tabungan tambahan bagi masyarakat," ujarnya.
Fandi juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mulai meninggalkan kemasan berbahan styrofoam yang sulit didaur ulang. Menurutnya, pengurangan sampah harus dilakukan dari hulu dengan mengubah pola konsumsi sehari-hari.
Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari Karang Taruna Kabupaten Fakfak yang akan berperan dalam pengelolaan sampah organik menjadi kompos melalui program kolaborasi bersama DLHP Kabupaten Fakfak.
Fandi berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah sehingga terbentuk budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
"Kita hanya memiliki satu bumi untuk ditinggali. Karena itu mari mulai dari diri sendiri, kurangi sampah plastik, gunakan tumbler, pilah sampah dari rumah, dan dukung pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Alam yang kita jaga hari ini adalah warisan untuk anak cucu kita nanti," tuturnya.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, berbagai pihak berharap kesadaran masyarakat Fakfak terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....