Lapas Fakfak Terapkan Tiga Pola Pembinaan Warga Binaan

  • 03 Jun 2026 14:08 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Fakfak terus menjalankan berbagai program pembinaan bagi warga binaan melalui pola pembinaan kepribadian, kemandirian, dan sosialisasi. Program tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Lapas Kelas IIB Fakfak, I Putu Suwarsa, mengatakan seluruh pola pembinaan yang diterapkan di dalam lapas mengacu pada surat edaran maupun peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Nah tentunya ini tidak terlepas dari surat edaran atau peraturan-peraturan yang sudah ditentukan dari pusat,” ujar I Putu Suwarsa saat diwawancarai terkait pola pembinaan di Lapas Kelas IIB Fakfak.

Menurutnya, pola pembinaan pertama yang diterapkan adalah pembinaan kepribadian. Program ini meliputi berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi di dalam lapas, seperti pembinaan keagamaan, kerohanian, olahraga, hingga kegiatan seni musik.

“Pembinaan kepribadian itu meliputi pembinaan keagamaan, rohani, olahraga, musik dan sebagainya. Itu yang merupakan pola-pola pembinaan yang kita lakukan di lapas itu sendiri,” katanya.

Selain itu, Lapas Kelas IIB Fakfak juga mengembangkan pembinaan kemandirian yang bertujuan memberdayakan potensi dan keterampilan warga binaan. Program tersebut mencakup kegiatan pertanian, pertukangan, hingga jasa seperti pangkas rambut dan cuci motor.

I Putu menjelaskan hasil dari kegiatan kemandirian tersebut tidak hanya menjadi pemasukan bagi program pembinaan, tetapi juga memberikan premi atau upah kepada warga binaan yang terlibat. Pelaksanaannya dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem pembagian hasil yang telah diatur dalam perjanjian kerja sama.

“Jadi mereka punya premi atau upah mereka. Jadi mereka yang bekerja di bidang jasa, baik itu di mebel dan sebagainya, mendapatkan bagian sesuai mekanisme yang sudah berjalan,” ujarnya.

Meski demikian, pelaksanaan program kemandirian masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan lahan dan minimnya warga binaan yang memiliki keterampilan khusus. Karena itu, lapas lebih banyak mengarahkan warga binaan sebagai tenaga kerja pada berbagai kegiatan yang tersedia.

Selain dua pola tersebut, Lapas Kelas IIB Fakfak juga menjalankan pembinaan yang bersifat sosialisasi melalui koordinasi dan kolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Salah satu bentuk kerja sama yang telah dilakukan adalah membantu kegiatan kebersihan di lingkungan Kodim 1803/Fakfak menjelang kunjungan Pangdam beberapa waktu lalu. Menurut I Putu, kegiatan tersebut bertujuan mengisi aktivitas positif warga binaan sambil menunggu proses integrasi dan kembali ke tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....